Saham aluminium turun hingga 5 persen pada hari Selasa setelah perjanjian sementara antara AS dan Iran mengurangi kekhawatiran mengenai gangguan pasokan. Perkembangan ini diperkirakan akan memicu penurunan harga dan dimulainya kembali impor.
Saham perusahaan termasuk Hindalco Industries, Vedanta Aluminium, dan National Aluminium Company menurun tajam menyusul berita kesepakatan tersebut. Para analis mencatat bahwa meredanya ketegangan akan memungkinkan impor kembali berjalan, sehingga menghilangkan premi yang selama ini dinikmati produsen selama periode risiko geopolitik yang meningkat.
Para pengamat pasar menunjukkan adanya tekanan pada sektor yang lebih luas dalam waktu dekat. Indeks Nifty Metal dan harga di London Metal Exchange mencerminkan pergerakan penurunan serupa seiring dengan perubahan sentimen investor.
Kesepakatan sementara AS-Iran secara langsung menjawab kekhawatiran pasokan yang sebelumnya telah mendorong kenaikan harga aluminium baru-baru ini. Dengan berkurangnya ancaman langsung, penurunan harga lebih lanjut diproyeksikan akan terjadi pada sesi-sesi mendatang.