Indonesia tetap posisi ketiga klasemen medali SEA Games 2025

Kontingen Indonesia menambah 16 medali pada hari ketiga SEA Games 2025 di Thailand, tetapi tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara. Total medali mencapai 72, dengan 20 emas, 28 perak, dan 24 perunggu, terpaut empat emas dari Vietnam di posisi kedua. Thailand memimpin dengan kokoh di puncak.

SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand memasuki hari keempat pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kontingen Indonesia berhasil menambah 16 medali pada hari ketiga, terdiri dari tujuh emas, lima perak, dan empat perunggu. Dengan tambahan ini, total perolehan medali Indonesia mencapai 72, yakni 20 medali emas, 28 perak, dan 24 perunggu.

Tuan rumah Thailand semakin mantap di posisi pertama dengan 66 emas, 43 perak, dan 28 perunggu. Vietnam di posisi kedua mengumpulkan 24 emas, 17 perak, dan 43 perunggu, sehingga Indonesia tertinggal empat emas. Singapura mengejar di posisi keempat dengan 15 emas, 16 perak, dan 18 perunggu.

Filipina berada di posisi kelima dengan 11 emas, 16 perak, dan 35 perunggu. Malaysia di posisi keenam mengoleksi 10 emas, 13 perak, dan 33 perunggu. Myanmar di posisi ketujuh hanya meraih dua emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu. Laos di posisi kedelapan memiliki satu emas, satu perak, dan 12 perunggu. Brunei Darussalam di posisi kesembilan dengan nol emas, satu perak, dan tiga perunggu. Timor Leste di posisi kesepuluh hanya punya dua perunggu.

Persaingan antarnegara ASEAN tetap sengit, dengan Indonesia berupaya mengejar Vietnam untuk naik ke posisi kedua. Cabang renang artistik menyumbang medali perunggu bagi Indonesia pada Jumat, 12 Desember 2025.

Artikel Terkait

Sports illustration showing Vietnam overtaking Indonesia in SEA Games 2025 medal tally, with scoreboard, celebrating athletes, and national flags.
Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia disalip Vietnam di klasemen medali SEA Games 2025

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen medali sementara SEA Games 2025 setelah Vietnam melompat ke posisi kedua pada Kamis, 11 Desember 2025. Meski menambah delapan emas dari renang, basket, dan atletik, kontingen Merah Putih kini mencatat 13 emas, 20 perak, dan 13 perunggu. Pencapaian ini mencakup kemenangan bersejarah di basket 3x3 putri dan lompat galah.

Kontingen Indonesia meraih tambahan 12 medali emas, 10 perak, dan 13 perunggu pada 14 Desember 2025, memperkuat posisi kedua di klasemen medali SEA Games 2025. Prestasi ini didorong oleh kemenangan di cabang bulu tangkis, wushu, balap sepeda, menembak, dan atletik. Thailand tetap memimpin, sementara Vietnam berada di posisi ketiga.

Dilaporkan oleh AI

Kontingen Indonesia berhasil meraih 29 medali emas pada hari ketiga ASEAN Para Games 2025 di Thailand, mempertahankan posisi kedua di klasemen sementara. Prestasi ini melampaui target harian sebesar 13 emas, dengan cabang para atletik menyumbang paling banyak yakni 10 emas. Total medali emas Indonesia mencapai 69, di bawah tuan rumah Thailand yang memimpin dengan 109 emas.

Timnas Putri Indonesia tersingkir dari final SEA Games 2025 setelah kalah 0-5 dari Vietnam di semifinal. Meski demikian, pelatih Akira Higashiyama tetap optimis dan memuji perjuangan timnya. Kini, fokus beralih ke laga perebutan perunggu melawan Thailand.

Dilaporkan oleh AI

Kontingen bulutangkis Indonesia telah memastikan medali dari seluruh sektor nomor perorangan di SEA Games 2025 setelah semua wakilnya lolos ke semifinal. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB di Bangkok pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Eumir Marcial defeated Indonesia's Maikhel Muskita 4-1 in the men's 80kg final at the Chulalongkorn University Sports Center in Bangkok, Thailand, on December 19, 2025, securing the Philippines' only boxing gold at the 2025 Southeast Asian Games. This marks his fifth SEA Games gold and avenged earlier losses by Filipino teammates to controversial decisions. 'This is not just for me. This is for the entire nation and the Philippine boxing team,' Marcial said in Filipino.

Dilaporkan oleh AI

Vietnam mencatat kenaikan terbesar dalam peringkat dunia pria FIFA 22 Desember, melonjak tiga peringkat ke posisi tertinggi 2025 di 107 secara global (ke-19 di Asia) setelah mengalahkan Laos, sementara Malaysia turun ke 121 karena pemain tidak memenuhi syarat. Spanyol bertahan di No. 1 dalam pembaruan akhir 2025 ini (ringkasan dalam seri), perubahan tersebut menyoroti persiapan Asia untuk turnamen besar.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak