Inter Milan kalah 2-1 dari Atletico Madrid di Fase Liga UEFA Champions League 2025/26 pada 26 November 2025 di Estadio Metropolitano. Sundulan di injury time dari Jose Gimenez mengamankan kemenangan tuan rumah setelah Piotr Zielinski menyamakan skor gol awal Julian Alvarez. Meski kalah, Inter tetap di 12 poin dan bersaing untuk babak gugur.
Inter Milan, yang dilatih Cristian Chivu, memasuki pertandingan dengan rekor sempurna di Fase Liga Champions League tetapi mengalami kekalahan pertama musim 2025/26. Atletico Madrid unggul lebih dulu lewat Julian Alvarez, tapi Inter bangkit setelah babak pertama dengan gol Piotr Zielinski untuk imbangi 1-1.
Pertandingan tetap tegang hingga injury time, ketika Jose Gimenez menyundul tendangan sudut untuk kemenangan dramatis 2-1 bagi Atletico. Hasil ini menempatkan Inter di peringkat keempat dengan 12 poin dari lima laga, seimbang dengan Paris Saint-Germain, Bayern Munich, dan Real Madrid. Arsenal memimpin klasemen dengan sempurna 15 poin usai menang 3-1 atas Bayern.
Meski kalah, Inter berada di posisi bagus untuk lolos. Menurut Football Rankings, 10 poin biasanya cukup untuk top-24 menuju babak playoff, dan mereka sudah aman. Posisi top-8 yang memberi tiket langsung ke babak 16 besar biasanya butuh 17 poin, meski 16 bisa mencukupi. Dengan tiga laga tersisa lawan Liverpool, Arsenal, dan Borussia Dortmund, Inter hanya butuh 4 atau 5 poin lagi.
Mantan pemain Paolo Di Canio memuji Inter sebagai tim Italia terbaik untuk Champions League tapi catat tantangan. "Inter paling siap, tapi terlalu banyak hal gagal di Madrid," kata Di Canio dalam wawancara dengan La Repubblica. Ia soroti kurang lapar, dengan sebutan khusus kelemparan bola Hakan Calhanoglu dan frustrasi Lautaro Martinez saat diganti. Di Canio mendesak Chivu atasi alasan dan tanamkan daya saing lebih, bandingkan dengan kebutuhan pemain seperti Maldini atau Vialli.
Kekalahan ini jadi yang kedua beruntun bagi Inter, usai kegagalan domestik lawan Juventus, Milan, Napoli, dan kini Atletico. Alessandro Bastoni terlihat bereaksi pada gol Alvarez, menekankan kekhawatiran bertahan di laga besar.