Arsenal berambisi mempertahankan rekor sempurna Liga Champions melawan Inter Milan di San Siro pada 20 Januari 2026. The Gunners memimpin klasemen dengan enam kemenangan dan satu gol kebobolan, sementara Inter ingin menghindari kekalahan Eropa ketiga beruntun. Kedua tim memiliki pertahanan terkuat di kompetisi tersebut.
Fase liga UEFA Champions League memasuki Matchday 7 dengan Inter Milan menyambut Arsenal di San Siro pada Selasa, 20 Januari, pukul 21:00 CET. Arsenal memuncaki klasemen setelah enam kemenangan beruntun, mencetak 17 gol dan hanya kebobolan satu dalam kemenangan 3-0 atas Club Brugge. Rekor pertahanan The Gunners, yang hanya kebobolan satu gol itu lawan Bayern Munich, menegaskan dominasi mereka. Inter Milan berada di peringkat enam dengan empat kemenangan dari enam laga tapi mengalami dua kekalahan beruntun lawan Atletico Madrid dan Liverpool, yang terakhir kekalahan 1-0 di kandang via penalti Dominik Szoboszlai yang mengakhiri rekor tak terkalahkan 18 laga di kompetisi. Inter memperkuat kepemimpinan Serie A dengan kemenangan 1-0 atas Udinese pada Sabtu, Lautaro Martinez mencetak gol di menit ke-20 usai assist tumit Pio Esposito dan umpan terobosan Piotr Zielinski. Nerazzurri kini unggul enam poin dari AC Milan dan Napoli, memenangi lima dari enam laga domestik terakhir sambil menjaga clean sheet empat kali. Empat gol kebobolan Inter di Liga Champions menyamai pertahanan terbaik Arsenal. Musim lalu, Inter mengalahkan Arsenal 1-0 di fase liga, balas dendam atas kekalahan historis 5-1 pada 2003-04. Pelatih Inter Cristian Chivu memuji Arsenal: „Arsenal adalah tim terkuat saat ini, bersama Bayern. Kami hormati level mereka dan tahu mereka akan menyulitkan kami. Kami siap untuk kompetisi ini. Kami tahu kekuatan kami. Kami akan bermain dengan kepala tegak dan coba menang, karena itu akan beri peluang lebih baik ke babak gugur.“ Chivu merotasi skuad lawan Udinese, istirahatkan Alessandro Bastoni dan Marcus Thuram, keduanya diharapkan kembali. Cedera melanda kedua tim. Inter tanpa Hakan Calhanoglu (betis), Denzel Dumfries (pergelangan kaki), Josep Martinez (pergelangan kaki), Raffaele Di Gennaro (tangan), dan Tomas Palacios (paha). Arsenal berjuang tanpa Max Dowman (pergelangan kaki), Piero Hincapie (paha), dan Riccardo Calafiori (otot), sementara Mikel Merino, Christian Norgaard, dan Declan Rice berisiko diskors dengan kartu lagi. Cristhian Mosquera mungkin bermain meski ada kekhawatiran cedera. Susunan prediksi Inter: Sommer; Acerbi, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Mkhitaryan, Zielinski, Dimarco; Thuram, Martinez. Arsenal: Raya; White, Saliba, Mosquera, Lewis-Skelly; Eze, Zubimendi, Merino; Madueke, Jesus, Martinelli. Wasit Portugal Joao Pinheiro memimpin, dibantu Bruno Jesus dan Luciano Maia, Joao Goncalves sebagai wasit keempat, Tiago Martins di VAR. Kemenangan atau imbang amankan Arsenal ke 16 besar, meski segera hadapi Manchester United di Premier League. Inter butuh poin untuk perbaiki seeding knockout dan hindari tiga kekalahan beruntun, pertama bagi klub.