Arsenal meraih kemenangan 3-1 atas Inter Milan di fase liga Liga Champions, menjadi tim pertama yang lolos langsung ke babak knockout. Gabriel Jesus mencetak dua gol di awal, Viktor Gyokeres menambahkan gol ketiga telat setelah gol penyama Petar Sucic untuk tuan rumah. Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Arsenal menjadi tujuh pertandingan dan menjatuhkan Inter ke posisi kesembilan.
Penampilan dominan Arsenal di San Siro pada 20 Januari 2026 memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Liga Champions. Skuad Mikel Arteta, pemuncak Premier League, mencetak gol pertama melalui Gabriel Jesus di babak pertama, hanya untuk Petar Sucic dari Inter menyamakan kedudukan dengan tembakan super. Jesus mengembalikan keunggulan tak lama kemudian, memanfaatkan kelengahan pertahanan juara Italia. Pertandingan ini, bagian dari fase liga yang direvitalisasi, menyaksikan Arsenal mempertahankan rekor tak terkalahkan di Eropa musim ini. Dengan dua pertandingan tersisa, mereka dijamin finis top dua, memastikan masuk langsung ke 16 besar tanpa playoff. Inter, pemuncak Serie A, mengalami kekalahan ketiga berturut-turut di kompetisi untuk pertama kalinya, terpeleset dari spot kualifikasi otomatis. Konteks latar belakang menyoroti perjuangan historis Arsenal di Liga Champions pria, di mana mereka belum pernah meraih gelar meski nyaris beberapa kali. Hasil ini kontras dengan pertemuan terakhir mereka di 2024, kemenangan 1-0 Inter di venue yang sama via penalti Hakan Calhanoglu. Cedera melanda kedua tim: Inter tanpa Hakan Calhanoglu dan Denzel Dumfries, sementara Arsenal tanpa Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie tapi menyambut kembalinya Cristian Norgaard dan Ethan Nwaneri. Kemenangan ini menegaskan momentum Arsenal, dengan Jesus sebagai pemain bintang. Inter kini menghadapi tekanan untuk bangkit di pertandingan fase liga terakhir guna menghindari playoff. Saat kompetisi dilanjutkan pasca-istirahat musim dingin, performa Arsenal menempatkan mereka sebagai penantang serius untuk trofi yang sulit diraih.