Amandemen pada RUU Coltiva Italia Italia bertujuan memperluas manfaat pariwisata anggur ke sektor bir, termasuk penciptaan rute bir dan penyederhanaan pajak untuk mikrobrewery. Langkah-langkah ini, yang dijadwalkan untuk dipilih pada Rabu mendatang, mengakui pabrik bir kerajinan sebagai situs budaya di luar fasilitas produksi semata. Unionbirrai, asosiasi pabrik bir kerajinan Italia, menyambut baik perubahan ini sebagai langkah kunci untuk pengembangan wilayah.
Parlemen Italia sedang mempertimbangkan paket amandemen terhadap Coltiva Italia ddl, lampiran pertanian untuk Manuver 2025, yang akan memperkenalkan 'pariwisata bir' dengan menerapkan ketentuan yang awalnya dirancang untuk pariwisata anggur ke industri bir. Diterbitkan pada 3 Maret 2026, usulan tersebut mendefinisikan pariwisata bir sebagai aktivitas untuk menjelajahi situs produksi bir, kunjungan ke ladang barley dan hop, pencicipan yang dipadukan dengan makanan, serta acara pendidikan atau rekreasi. Key elements include the establishment of 'beer routes,' modeled after existing wine routes, to promote territorial aspects on par with the wine sector. Microbreweries would be framed as artisanal and local production hubs, enabling integrated sales and hospitality activities without altering premises usage. Additionally, the amendments propose refinancing a fund for strategic supply chains that encompasses beer production. On the administrative side, the changes offer simplified procedures for circulating excise-paid beer from microbreweries and task the Ministry of Economy and Finance with further easing assessment and accounting requirements. Unionbirrai has highlighted the significance of these developments. «Di antara amandemen paling penting adalah pengenalan sebuah pasal yang sepenuhnya didedikasikan untuk 'pariwisata bir', yang memperluas ke sektor bir ketentuan yang sudah direncanakan untuk pariwisata anggur,» ujar asosiasi tersebut. Vittorio Ferraris, direktur pengelola Unionbirrai, menambahkan, «Untuk beberapa waktu sekarang, Unionbirrai telah mempromosikan pariwisata bir sebagai tuas strategis untuk pengembangan wilayah. Pabrik bir kerajinan bukan hanya tempat produksi tetapi presidia budaya dan tujuan untuk dikunjungi, bagian integral dari rute wisata yang mampu meningkatkan keunggulan lokal. Perluasan ke bir dari aturan yang direncanakan untuk pariwisata anggur akan menjadi pengakuan penting bagi sektor kami.» Ferraris lebih lanjut menyatakan, «Penyederhanaan yang diusulkan mengarah pada pengurangan beban birokrasi bagi produsen kecil, memungkinkan mereka fokus pada kualitas dan inovasi. Sektor pembir yang tahun ini akan merayakan tiga puluh tahun sejarah pertamanya telah menunjukkan dinamisme, kemampuan wirausaha, dan ikatan kuat dengan wilayah. Kini penting untuk mengkonsolidasikan jalur ini dengan alat regulasi yang memadai.» Amandemen tersebut dijadwalkan untuk dipilih pada Rabu mendatang, mengikuti proses parlementer yang sedang berlangsung.