Dua pabrik bir Cincinnati menggugat larangan minuman THC Ohio

Dua pabrik bir di Greater Cincinnati telah mengajukan gugatan yang menantang larangan mendatang Ohio terhadap produk hemp memabukkan. Gugatan tersebut menargetkan pejabat negara bagian dan berargumen bahwa pembatasan itu dapat merugikan bisnis secara signifikan. Larangan tersebut berasal dari undang-undang yang ditandatangani Gubernur Mike DeWine tahun lalu.

Fifty West Brewing dan Urban Artifact, dua pabrik bir berbasis di Greater Cincinnati, telah bergabung dalam gugatan terhadap Sekretaris Negara Ohio Frank LaRose, serta kepala Divisi Pengendalian Kanabis dan Divisi Pengendalian Minuman Keras. Aksi hukum ini menentang RUU Senat 56, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur Mike DeWine tahun lalu. Undang-undang tersebut membatasi penjualan produk hemp memabukkan, termasuk minuman berinfus THC, hanya ke dispensari ganja rekreasional berlisensi, dengan pembatasan berlaku efektif pada 20 Maret. Dengan demikian, RUU tersebut menyusul larangan darurat terhadap produk semacam itu yang dikeluarkan DeWine, yang kemudian diblokir oleh seorang hakim melalui perintah pengadilan saat litigasi berlanjut. Gugatan tersebut menyatakan bahwa larangan minuman berinfus THC dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja karyawan dan kerugian jutaan dolar dalam penjualan bagi bisnis yang terdampak. Pada Desember, DeWine membela langkah tersebut, menyatakan, “Ohio membuat kebijakan publik yang baik dengan menerapkan larangan hemp memabukkan sendiri lebih awal daripada undang-undang federal. Namun, pengecualian untuk mengizinkan penjualan lebih lanjut minuman hemp memabukkan selama sebagian besar 2026 akan menciptakan kebingungan bagi konsumen dan kurangnya kesesuaian dengan undang-undang federal.” Kasus ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara regulasi negara bagian terhadap produk turunan hemp dan kepentingan bisnis lokal di lanskap kanabis Ohio yang terus berkembang.

Artikel Terkait

Georgia Senate committee rejects small brewery self-distribution bill SB 456, with dejected craft brewers in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Komite Senat Georgia tolak RUU distribusi pabrik bir kecil

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

RUU Senat Georgia yang memungkinkan pabrik bir kecil mendistribusikan bir secara mandiri secara lokal mati di komite pada hari Selasa meskipun dukungan dari pembuat bir kerajinan. Senate Bill 456, yang disponsori oleh Sen. Tim Bearden, bertujuan untuk membiarkan produsen menjual hingga 500 barel per tahun dalam batas kabupaten tetapi menghadapi penolakan dari distributor dan pakar kesehatan. RUU tersebut gagal maju setelah tidak ada dukungan kedua untuk mosi yang mendukungnya.

Senat Georgia memperkenalkan Rancangan Undang-Undang 456 pada 3 Februari untuk melonggarkan beberapa peraturan pada pabrik bir kerajinan, yang berpotensi memungkinkan peningkatan penjualan dan distribusi mandiri terbatas. Rancangan ini bertujuan mendukung industri bir negara bagian yang sedang kesulitan di tengah penutupan berkelanjutan di metro Atlanta. Pendukung industri, termasuk Georgia Craft Brewers Guild, mendukung perubahan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi dari University at Buffalo menunjukkan bahwa minuman yang diinfus ganja dapat membantu mengurangi konsumsi alkohol di kalangan pengguna. Peserta survei yang beralih ke minuman ini melaporkan memotong asupan alkohol mingguan mereka hampir setengahnya. Hampir dua pertiga responden mengatakan mereka mengurangi atau berhenti minum alkohol setelah mulai menggunakan minuman ganja.

San Diego Beer News telah menerbitkan ringkasan mingguannya tentang bir segar yang debut di pabrik bir lokal pada 12 Maret 2026. Daftar tersebut menampilkan berbagai gaya mulai dari IPA hingga lager di berbagai lokasi di kabupaten. Staf Bottlecraft juga membagikan rekomendasi bir Italia dan Irlandia yang tersedia di toko mereka.

Dilaporkan oleh AI

The National Health Surveillance Agency (Anvisa) approved, on January 28, 2026, resolutions allowing cannabis cultivation for health treatments and research, along with new administration routes and plant imports. This step marks progress in the national production chain, easing access to plant-derived medicines. The changes broaden options for patients with severe illnesses while upholding strict restrictions.

Pabrik bir kerajinan di barat daya Ontario semakin mengintegrasikan layanan makanan untuk tetap layak secara ekonomi, melampaui penjualan bir semata. Tren ini mencakup dapur internal, kemitraan dengan tempat makan, dan food truck. Beberapa lokasi lokal menjadi contoh kombinasi bir segar dan hidangan yang sukses.

Dilaporkan oleh AI

Liquor traders in South Africa have expressed concerns that a proposed increase in alcohol taxes could harm their businesses and fuel the illicit alcohol trade. The National Treasury plans to raise excise duties in the 2025/26 financial year to address alcohol abuse. Industry leaders argue that higher prices alone won't solve consumption issues and may drive consumers to illegal alternatives.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak