Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi menempati peringkat kedua terburuk di dunia berdasarkan data IQAir. Indeks kualitas udara mencapai 175 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 88,5 mikrogram per meter kubik. Lahore, Pakistan, menempati posisi pertama dengan indeks 382.
Data IQAir pada pukul 05.00 WIB menunjukkan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat. Masyarakat disarankan menghindari aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker jika harus keluar.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara. Strategi tersebut mencakup perluasan layanan bus Transjabodetabek dan pemberlakuan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030. Ia juga menyebut percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF di beberapa lokasi yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun ini.