Studi ungkap polusi udara indonesia naik setelah china larang impor limbah plastik

Penelitian university of colorado boulder menemukan konsentrasi pm2.5 di indonesia meningkat 3,3 persen di sekitar tempat pembuangan sampah terbuka pada 2018-2019.

Studi yang diterbitkan dalam journal of the royal statistical society series c applied statistics menggunakan data satelit dari 356 lokasi. Peneliti utama ellen considine mengaitkan peningkatan tersebut dengan bertambahnya limbah plastik yang dialihkan ke indonesia dan praktik pembakaran sampah.

"Ketika negara-negara pendapatan tinggi mengirim limbah plastik ke negara pendapatan menengah dan rendah maka lebih banyak sampah yang dibakar" kata considine. Analisis memisahkan pengaruh cuaca untuk mengukur dampak impor limbah secara akurat.

Peningkatan pm2.5 berpotensi menaikkan risiko kematian akibat kanker paru-paru sekitar 1,9 persen dan infeksi saluran pernapasan bawah sekitar 3,5 persen. Temuan ini mendukung langkah indonesia memperketat impor limbah plastik.

Artikel Terkait

Indonesian officials overseeing waste site cleanup with May 2028 target banner
Gambar dihasilkan oleh AI

Government sets may 2028 target to resolve national waste crisis

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Coordinating Minister for Food Zulkifli Hasan has set a May 2028 deadline to end open dumping of waste nationwide. The target was announced amid President Prabowo Subianto’s direct attention to a waste crisis that has persisted for decades.

Jakarta's air quality reached unhealthy levels on Friday morning with an index of 154 according to IQAir data. Residents are advised to wear masks when outdoors.

Dilaporkan oleh AI

Jakarta's air quality ranked second worst globally on Wednesday morning according to IQAir data. The air quality index stood at 175 with PM2.5 concentration at 88.5 micrograms per cubic meter. Lahore in Pakistan held the top spot with an index of 382.

A new study finds that heatwaves raise surface ozone levels across India, adding to cardiac deaths. It links about 830 extra deaths from heart disease and COPD to the 2024 heatwaves.

Dilaporkan oleh AI

Emissions of carbon monoxide and volatile organic compounds have contributed significantly to planetary warming, according to new research. These indirect greenhouse gases account for about 15 percent of the temperature rise since pre-industrial times. Few nations currently address them in climate plans.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak