Pria asal Kentucky didakwa atas ancaman membunuh Trump dan memberikannya sebagai pakan anjing

Kadrioan Santiago, pria berusia 23 tahun dari Berea, Kentucky, menghadapi dakwaan federal karena melontarkan ancaman lintas negara bagian terhadap Presiden Donald Trump, agen ICE, dan penegak hukum. Jaksa menyatakan bahwa ia mengunggah pesan kekerasan di Instagram, bersumpah untuk mengiris wajah Trump dan memberikannya kepada anjing liar sambil memamerkan senapan serta perlengkapan taktis. Santiago ditangkap pada 14 April saat pemeriksaan lalu lintas dengan sejumlah persenjataan di dalam kendaraannya.

Jaksa federal mendakwa Kadrioan Santiago dengan tuduhan komunikasi ancaman lintas negara bagian setelah ia diduga mengunggah serangkaian ancaman kekerasan secara daring dari Januari hingga akhir Maret 2026. Melalui akun Instagram dengan nama pengguna 'kadi_skating', Santiago menulis, 'MATI UNTUK TRUMP' dan merinci rencana untuk 'menyayat wajahmu dengan silet... menarik kulitmu, memasaknya, dan memberikannya kepada anjing liar.' Ia juga menargetkan agen ICE, mendesak orang lain untuk menembak mereka dan menulis, 'rakyat Amerika PERLU mulai menembaki leher, kaki, dan lengan agen ICE.' Pesan lainnya mencakup ancaman untuk membunuh aparat penegak hukum serta pernyataan seperti 'saya dipenuhi dengan kekerasan politik' dan 'tidak ada yang akan luput.'

Artikel Terkait

Illustration of FAA employee Dean DelleChiaie under arrest for allegedly emailing a death threat to President Trump.
Gambar dihasilkan oleh AI

FAA employee in New Hampshire charged after alleged email threat against President Trump

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Dean DelleChiaie, a 35-year-old Federal Aviation Administration employee from Nashua, New Hampshire, was arrested Monday and charged with making an interstate threat against President Donald Trump after prosecutors said he sent an email to the White House stating he would “neutralize/kill” the president. He was expected to appear in federal court Tuesday.

Trent Schneider, a 58-year-old resident of Winthrop Harbor, Illinois, was found guilty by a federal jury of making true threats against President Donald Trump. The conviction followed a three-day trial in U.S. District Court in Chicago. Schneider had posted numerous social media videos and messages vowing to kill the president.

Dilaporkan oleh AI

A 29-year-old Chicago man faces federal charges after sending explicit threats to kill President Donald Trump, his son Barron, and Secret Service agents. Michael Kovco allegedly detailed plans for sniper attacks and other violence in messages to the CIA and White House. Authorities arrested him on April 3 following an investigation.

North Carolina police stopped a 41-year-old U.S. Army veteran from traveling to Washington, D.C., to kill President Donald Trump following explicit online threats. Daniel Swain faces potential federal charges for his Facebook posts targeting the president and his family. He is currently held on state drug and resisting arrest charges.

Dilaporkan oleh AI

An Arizona jury found Rene Ortiz guilty of threatening to assassinate President Donald Trump. The conviction came after a four-day trial in Phoenix.

Miranda Perez, a Florida woman, pleaded guilty to making threats against President Donald Trump and was sentenced to 246 days of time served plus two years of probation. The threat was posted on Facebook in July 2025, referencing Trump's golf course. She faces restrictions including no social media and a mental health evaluation.

Dilaporkan oleh AI

A newly unsealed federal complaint reveals a social media threat against Ivanka Trump tied to an Iran-backed group. The message referenced her April visit to Disneyland Paris. It emerged during the case against Mohammad Baqer Saad Dawood Al-Saadi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak