Seorang pria berusia 47 tahun asal Ohio mengaku bersalah atas dakwaan federal karena mengunggah ancaman daring untuk membunuh Presiden Donald Trump, para pendukungnya, dan agen penegak hukum imigrasi. Charles Bronson Ingram menghadapi hukuman penjara setelah mengakui ancaman yang dibuatnya di YouTube. Ia dijadwalkan menjalani sidang putusan pada bulan Juli.
Charles Bronson Ingram mengaku bersalah pada hari Senin di Distrik Utara Ohio atas satu dakwaan memengaruhi dan mengintimidasi pejabat federal melalui ancaman serta satu dakwaan melakukan komunikasi antarnegara bagian yang bernada ancaman. Catatan pengadilan menunjukkan ia telah mencapai kesepakatan dengan jaksa federal, meskipun rincian ketentuannya belum dipublikasikan hingga Kamis malam. Ingram akan hadir untuk pembacaan vonis di hadapan Hakim Distrik AS Charles Esque Fleming pada 7 Juli. Pengakuan ini menyusul penyelidikan yang dipicu oleh keluhan mengenai unggahan YouTube-nya di bawah nama pengguna @dessertbooger9397 antara tanggal 14 dan 28 Januari. Dalam unggahan tersebut, Ingram menyerukan pembunuhan terhadap agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), para pemilih Trump, dan sang presiden sendiri, dengan pesan-pesan seperti mendesak orang untuk 'membunuh agen ICE secara acak' dari lokasi tinggi dan 'menggantung Trump di tangga Gedung Capitol.' Pada 13 Januari, ia menulis tentang menyiksa agen dan membuat kelompok '1%' takut akan kematian, dan kemudian menyatakan kesiapan untuk 'memburu dan membunuh agen ICE.' Agen federal melacak unggahan tersebut ke rumah Ingram menggunakan data ponsel. Mereka menemukan bendera Amerika yang dipasang terbalik dengan tulisan 'Kill Them All' (Bunuh Mereka Semua) yang disemprotkan cat serta sebuah tanda bertuliskan 'F— Trump.' Pada 4 Februari, agen mengeksekusi surat perintah penggeledahan dan menemukan sejumlah senjata api serta amunisi. Dalam wawancara pasca-Miranda, Ingram mengonfirmasi nama pengguna tersebut dan mengakui sebagai penulis unggahan-unggahan itu.