CEO Larian Studios melihat krisis RAM sebagai berkah bagi pengembangan game

CEO Larian Studios menyatakan bahwa krisis RAM yang sedang berlangsung akan memengaruhi pengembangan game, tetapi ia memandangnya sebagai hal positif potensial. Dalam artikel terbaru, ia menyebutnya sebagai 'berkah terselubung'. Pandangan ini muncul di tengah kekhawatiran lebih luas di industri teknologi tentang kekurangan memori.

Larian Studios, yang dikenal dengan judul-judul seperti Baldur's Gate 3, menghadapi dampak kekurangan RAM yang mengancam mengganggu proses pengembangan game. CEO perusahaan menyampaikan pandangan ini dalam wawancara yang diterbitkan di TechRadar. Ia mengakui tantangan yang ditimbulkan oleh krisis tersebut tetapi menyoroti sisi positif yang tak terduga.

'Satu-satunya positif potensial yang bisa saya ambil dari semua ini', kata CEO tersebut, menunjukkan bahwa situasi tersebut mungkin mendorong inovasi atau efisiensi dalam penggunaan sumber daya di sektor game. Artikel tersebut, berjudul 'CEO Larian Studios bilang krisis RAM akan memengaruhi pengembangan game – tapi saya pikir itu sebenarnya berkah terselubung', diterbitkan pada 18 Desember 2025.

Komentar ini datang saat keterbatasan perangkat keras menjadi isu yang semakin besar bagi pengembang yang bergantung pada RAM yang cukup untuk mesin game kompleks dan pengujian. Meskipun detail tentang bagaimana Larian beradaptasi masih terbatas, pembingkaian optimis CEO tersebut kontras dengan kekhawatiran luas di industri tentang penundaan produksi dan kenaikan biaya. Tidak ada detail lebih lanjut tentang asal-usul krisis atau jadwalnya yang diberikan dalam sumber tersebut.

Artikel Terkait

Illustration of Larian Studios CEO Swen Vincke defending AI use in Divinity development amid fan backlash protests.
Gambar dihasilkan oleh AI

Larian Studios faces backlash over AI use in Divinity development

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Larian Studios has confirmed using generative AI tools in early development stages for its upcoming Divinity game, sparking significant backlash from fans and former employees. CEO Swen Vincke insists the technology is additive and will not appear in the final product, emphasizing human creativity. The controversy follows the massive success of Baldur's Gate 3 and the recent announcement of the new turn-based RPG at The Game Awards.

In response to backlash over generative AI use in early development of its next Divinity game, Larian Studios—creators of Baldur's Gate 3—will host a fan Q&A session after the holidays to discuss the issue amid industry-wide debates.

Dilaporkan oleh AI

Nintendo president Shuntaro Furukawa has stated that the company is closely watching rising RAM prices and tariffs, which could potentially affect the Nintendo Switch 2's pricing. In a recent interview, Furukawa emphasized that there is no immediate impact on earnings but the situation requires ongoing attention. The executive outlined Nintendo's strategy to mitigate these economic pressures through long-term planning.

Para ahli memperingatkan bahwa harga komputer pribadi mungkin naik lebih lanjut pada 2026 karena biaya RAM yang melonjak. Konsumen yang mempertimbangkan pembelian PC baru disarankan untuk segera bertindak. Peringatan ini berasal dari laporan TechRadar terbaru.

Dilaporkan oleh AI

Building on last week's reveal at The Game Awards 2025, Larian Studios CEO Swen Vincke elaborated on the studio's ambitious new project titled Divinity, describing it as their most expansive RPG to date amid ongoing excitement from the cinematic trailer and pre-event rumors.

A few days after Highguard's troubled debut on January 26—marked by server issues, negative Steam reviews, and matchmaking woes—prominent studios including 1047 Games, Remedy Entertainment, and Larian Studios have rallied in its defense. As player counts stabilize around 10,000-20,000, the industry debate intensifies over constructive feedback versus negativity, coinciding with the game's first major patch.

Dilaporkan oleh AI

In 2025, the video game industry's long-standing isolation from broader cultural and political issues began to break down, according to a Kotaku review of the year. This shift was highlighted by public responses to Microsoft's involvement in Israeli Defense Force operations in Gaza. The review frames the year as a pivotal and negative turning point for the industry and society.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak