Marni Jameson meraih sertifikasi desain interior di usia lanjut

Setelah lebih dari dua dekade menulis kolom desain rumah, jurnalis Marni Jameson mengejar minat lamanya pada desain interior. Ia menyelesaikan program sembilan bulan dan lulus ujian nasional untuk menjadi desainer profesional bersertifikat. Pengalaman itu mengisi kekosongan pengetahuannya dan menegaskan bahwa belajar tidak mengenal batas usia.

Marni Jameson, kontributor lama The Gazette, berhenti dari kolom rumah mingguannya setelah menulis 1.086 artikel selama lebih dari 20 tahun. Pada tahun berikutnya, ia mendaftar ke program desain interior residensial sembilan bulan yang sebagian besar secara daring di universitas lokalnya. Kurikulum mencakup prinsip desain, sejarah furnitur, rencana lantai, teori warna, kain dan penyelesaian, lapisan pencahayaan, aksesori, desain yang dapat diakses dan berkelanjutan, yang memuncak pada proyek residensial akhir. Jameson, yang mempelajari jurnalisme di masa mudanya karena pertimbangan praktis, selalu tertarik pada topik desain rumah di tengah pelaporannya tentang kesehatan, properti, pengasuhan anak, dan kejahatan. Program tersebut, yang diselesaikan pada November, menyertifikasinya sebagai desainer interior melalui universitas tersebut. Didorong oleh direktur program, ia mempersiapkan diri dan lulus ujian sertifikasi nasional pada Januari, memperoleh penunjukan sebagai Designer Society of America Certified Professional Designer. Mengomentari pertanyaan suaminya tentang mengejar pendidikan sekarang, Jameson menjawab, “Karena saya tidak tahu apa yang tidak saya ketahui.” Nasihat ayahnya untuk “selesaikan pekerjaan itu” bergema selama studinya. Setelah bersertifikat, ia memberikan saran di toko dekorasi rumah, menyarankan vas yang lebih rendah dan lebar ketimbang yang tinggi dan sempit untuk ceruk mantel, dengan percaya diri menegaskan keahlian barunya ketika ditanya. Di antara wawasan yang diperoleh, Jameson mencatat perbedaan seperti klasik (abadi) versus klasikal (terinspirasi Yunani atau Roma kuno), asal-usul gerakan arts and crafts pada 1860-an sebagai reaksi terhadap industrialisasi, serta pentingnya ruang negatif dalam desain. Ia menekankan desain inklusif untuk semua penghuni dan menyimpulkan, “tidak pernah terlambat untuk belajar.”

Artikel Terkait

Illustration of a sustainable luxury living room in 2026 with minimalist heirloom furniture, natural materials, and cozy ambiance.
Gambar dihasilkan oleh AI

Interior design trends shift toward meaningful and sustainable homes in 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Luxury interiors in 2026 are moving away from seasonal changes toward fewer, heirloom-worthy pieces that carry personal meaning, according to experts. Designers highlight emotional minimalism, natural materials, and intentional choices that blend comfort with sustainability. These trends reflect a broader evolution in how homeowners curate spaces for longevity and individuality.

Archival images from 1971 reveal singer-songwriter Carole King's Laurel Canyon home, featuring musical elements integrated into her living room design. Experts note that her use of natural materials and personality-driven decor aligns with 2026 trends moving away from minimalism. The space highlights a dark wood grand piano, a zither as wall art, and a red and navy Persian rug.

Dilaporkan oleh AI

Interior designers have outlined several trends expected to shape home decor in 2026, emphasizing balance, personalization, and practicality. Experts like Kim, Storms, and Alvarez highlight a shift toward intentional clutter, patterned furniture, and optimistic colors. These predictions reflect broader desires for spaces that tell personal stories and provide comfort amid challenging times.

Interior designers emphasize seven essential concepts and decor ideas for creating a welcoming living space. These elements aim to make homes feel more personal and comfortable.

Dilaporkan oleh AI

Interior design experts predict a surge in thrifting for 2026, emphasizing collected and timeless pieces over new items. This shift highlights a desire for authenticity and individuality in home decor. Thrift stores are becoming key sources for furniture, accessories, and art that add character to spaces.

Designers and gardeners are embracing nostalgic elements in home interiors and outdoor spaces for 2026, drawing from childhood memories and grandmotherly styles. Trends like skirted upholstery and sentimental plantings reflect a desire for comfort and connection amid lived-in aesthetics. Experts highlight how these features evoke safety and legacy while offering practical benefits.

Dilaporkan oleh AI

Home design in 2026 is evolving to blend comfort, personality, sustainability, and connections to the outside world. Homeowners are moving beyond mere aesthetics toward warm, intentional spaces rooted in real life. Key trends include earthy palettes, curved shapes, and multifunctional rooms.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak