Malware Android Massiv incar pengguna Portugis dengan app IPTV palsu

Malware Android berbahaya bernama Massiv menyamar sebagai app IPTV untuk menginfeksi perangkat dan mencuri informasi perbankan. Ancaman ini terutama menargetkan pengguna di Portugal melalui aplikasi penipuan ini. Peneliti keamanan telah menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh app palsu ini.

Malware Android Massiv telah muncul sebagai kekhawatiran keamanan yang signifikan, menurut laporan dari TechRadar. Malware ini menyamar sebagai app IPTV yang sah, menipu pengguna untuk mengunduhnya ke perangkat mereka. Setelah diinstal, ia menginfeksi smartphone dan tablet Android, memungkinkan penyerang mengakses data sensitif, khususnya informasi perbankan. Pengguna Portugis adalah fokus utama kampanye ini, dengan app IPTV palsu didistribusikan melalui berbagai saluran untuk menghindari deteksi. Tanggal publikasi peringatan adalah 20 Februari 2026, yang menekankan evolusi berkelanjutan ancaman mobile. Para ahli menekankan pentingnya memverifikasi sumber app sebelum instalasi untuk menghindari infeksi semacam itu. Tidak ada detail spesifik tentang metode distribusi malware atau jumlah perangkat yang terkena dalam laporan awal, tetapi fungsi intinya berkisar pada pencurian data dari app keuangan. Pengguna di wilayah target disarankan untuk memantau perangkat mereka terhadap aktivitas tidak biasa dan segera memperbarui perangkat lunak keamanan.

Artikel Terkait

Illustration of a smartphone displaying hacked false alerts reading 'Misantropia' with a map of affected Brazilian regions and a hacker in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Civil Defense alert system hacked, sending false messages with 'misantropia'

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Ten false alerts sent by Civil Defense between Friday night and Saturday dawn reached about 30 million people in seven states and the Federal District. The Federal Police are investigating the system invasion.

A banking trojan has resurfaced on Android devices, posing as popular apps including TikTok and various streaming services.

Dilaporkan oleh AI

Military police arrested five people and apprehended a teenager in a clandestine call center in Itanhaém, on São Paulo's coast, on Saturday (April 18). The gang posed as a TV program to deceive victims with fake prizes and demand Pix payments. The group confessed to earning between R$5,000 and R$10,000 per day.

Many smartphone owners overlook basic protections despite daily dependence on their devices.

Dilaporkan oleh AI

Cybersecurity researchers have identified a fraudulent website mimicking the popular AI tool Claude that delivers backdoor malware to visitors. The discovery highlights how cybercriminals are capitalizing on growing interest in artificial intelligence platforms.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak