Malware Android kembali muncul dengan menyamar sebagai aplikasi TikTok atau streaming

Sebuah trojan perbankan kembali muncul pada perangkat Android dengan menyamar sebagai aplikasi populer, termasuk TikTok dan berbagai layanan streaming.

Malware tersebut menggunakan teknologi blockchain untuk menghindari deteksi sekaligus mencuri data keuangan dari para pengguna. Malware ini meniru aplikasi sah untuk menipu orang agar menginstal versi palsu tersebut pada perangkat mereka. Laporan menunjukkan bahwa varian ini dikembangkan dari kampanye sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih tersembunyi.

Artikel Terkait

IT expert Supangat warns of Lebaran digital scams via WhatsApp and SMS in a press conference illustration.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pakar IT ingatkan waspada penipuan digital jelang Lebaran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pakar teknologi informasi dari Untag Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui WhatsApp dan SMS. Aktivitas transaksi digital yang meningkat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Pendiri Vida, Niki Santo Luhur, menyebut dua modus utama: phishing dan malware yang marak di Indonesia.

Malware Android berbahaya bernama Massiv menyamar sebagai app IPTV untuk menginfeksi perangkat dan mencuri informasi perbankan. Ancaman ini terutama menargetkan pengguna di Portugal melalui aplikasi penipuan ini. Peneliti keamanan telah menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh app palsu ini.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah kampanye penipuan bernama CallPhantom telah muncul di 28 aplikasi yang tersedia di Google Play Store. Aplikasi-aplikasi tersebut, yang telah diunduh lebih dari 7 juta kali, menjanjikan akses kepada pengguna ke log panggilan mereka.

Developers of the gacha RPG Duet Night Abyss have apologized for a cybersecurity incident that distributed malware to players' PCs via a launcher update on March 18. The malware, identified as Trojan:MSIL/UmbralStealer.DG!MTB, targets passwords and cryptocurrency. Players receive in-game compensation as the team implements security enhancements.

Dilaporkan oleh AI

Platform kejahatan siber baru yang dikenal sebagai 1Campaign memungkinkan peretas menjalankan iklan Google yang berbahaya sambil menghindari proses penyaringan perusahaan. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran di komunitas keamanan siber. Kemunculan platform ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam keamanan iklan online.

Ethiopia's National Bank has temporarily restricted digital payment services in applications without its license, including cryptocurrencies. This measure, based on compliance inspections, aims to safeguard financial security. The bank advises individuals to rely on verified information for transactions.

Dilaporkan oleh AI

Google menolak hampir dua juta aplikasi Android dan memblokir lebih dari 80.000 akun pengembang dari Google Play Store pada 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada penurunan, angka-angka tersebut tetap menjadi kekhawatiran besar bagi keamanan aplikasi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak