NYC Mayor Zohran Mamdani and Sen. Bernie Sanders at 100-day rally promoting democratic socialism in Queens.
NYC Mayor Zohran Mamdani and Sen. Bernie Sanders at 100-day rally promoting democratic socialism in Queens.
Gambar dihasilkan oleh AI

Wali Kota NYC Zohran Mamdani manfaatkan momentum 100 hari kerja untuk sampaikan bahwa sosialisme demokratis bisa berhasil di tingkat nasional

Gambar dihasilkan oleh AI
Fakta terverifikasi

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, memanfaatkan penampilannya di CBS Mornings dan acara 100 hari kerja di Queens untuk mempromosikan sosialisme demokratis di luar New York, merujuk pada langkah-langkah awal pemerintahannya yang ia klaim mencerminkan agenda kelas pekerja, termasuk kesepakatan negara bagian-kota mengenai pengasuhan anak universal dan program perbaikan jalan berlubang. Senator Vermont, Bernie Sanders, turut hadir mendampinginya dalam acara tersebut.

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, yang mendeskripsikan dirinya sebagai seorang sosialis demokratis dan mantan anggota Majelis negara bagian yang mewakili Astoria dan Long Island City, mulai menggunakan tonggak sejarah "100 hari pertama" untuk menyampaikan argumen yang lebih luas mengenai pandangan politiknya.

Saat tampil di CBS Mornings pada 16 April, Mamdani mengatakan bahwa sosialisme demokratis dapat "berkembang di mana saja," dengan alasan bahwa "hanya ada satu mayoritas di negara ini—yaitu kelas pekerja." Dalam wawancara yang sama, ia mengutip serangkaian tindakan dan kesepakatan awal yang ia sebut sebagai kemajuan menuju tujuan kampanyenya, termasuk dana sebesar $1,2 miliar yang diperoleh melalui kerja sama dengan pemerintahan Gubernur Kathy Hochul untuk memajukan pengasuhan anak universal, tindakan penegakan hukum yang menurutnya telah meminta pertanggungjawaban "tuan tanah nakal" sebesar $32 juta, perbaikan 6.070 apartemen, serta 102.000 lubang jalan yang telah ditambal.

Pada hari Minggu, 12 April, Mamdani menandai tonggak sejarah tersebut secara publik dalam acara "100 Days" di Knockdown Center, Queens. Para pendukung mengibarkan poster bertuliskan "Childcare for All," "NYC Groceries: Fresh Food, Fair Prices," dan "Pothole Politics," saat ia berjanji untuk "memerintah sebagai sosialis demokratis" dan berargumen bahwa nilai suatu ideologi harus dinilai dari apa yang dihasilkannya.

Dalam pidatonya, Mamdani memadukan pencapaian praktis yang ia soroti—terutama perbaikan jalan dan penegakan aturan perumahan—dengan daftar prioritas kebijakan yang mencakup perluasan penggunaan pompa panas di gedung-gedung Otoritas Perumahan Kota New York di Rockaways, pembangunan perumahan pendukung di Harlem, investasi di klinik kesehatan mental remaja, upaya untuk menutup kompleks penjara Rikers Island, serta mendukung para imigran yang menghadapi penegakan hukum imigrasi federal.

Senator Vermont, Bernie Sanders, bergabung dengan Mamdani di atas panggung dan mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia diperkenalkan oleh seorang pejabat terpilih yang berbicara dengan bangga mengenai sosialisme demokratis.

Mamdani juga mengaitkan pesannya dengan sejarah para pejabat sosialis, mengutip Daniel Webster Hoan dari Milwaukee—yang menjabat sebagai wali kota dari tahun 1916 hingga 1940—dan Emil Seidel, wali kota sosialis yang menjabat sebelumnya. Menurut versinya, pengalaman di Milwaukee menunjukkan bagaimana suatu ideologi dapat dinilai dari kinerjanya, sebuah warisan yang membantu para pemimpin sosialis di kota tersebut mendapatkan julukan "sosialis selokan" (sewer socialists).

Apa yang dikatakan orang

Diskusi di X mengenai 100 hari kerja Wali Kota NYC Zohran Mamdani menyoroti promosinya terhadap sosialisme demokratis secara nasional melalui CBS Mornings dan acara di Queens bersama Bernie Sanders. Reaksi positif memuji pencapaian nyata seperti penambalan jalan berlubang dan kesepakatan pengasuhan anak sebagai bukti bahwa sosialisme berhasil. Para skeptis dan kritikus, termasuk sekutu Trump, memperingatkan tentang kehancuran ekonomi, kenaikan pajak, dan kegagalan kebijakan. Jurnalis memberikan liputan netral mengenai "politik jalan berlubang" miliknya serta klaim bahwa ideologi tersebut dapat berkembang di mana saja.

Artikel Terkait

Photorealistic illustration of NYC Mayor Mamdani overseeing efficient snowstorm response: shovelers clearing snow, plows at work, outreach to vulnerable residents.
Gambar dihasilkan oleh AI

Mamdani’s second winter storm response draws praise as City Hall pivots to budget fight

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Less than a month after a severe snowstorm and cold spell exposed gaps in New York City’s safety-net coordination, Mayor Zohran Mamdani faced another major winter event and moved faster, raising pay for emergency snow shovelers, leaning on the city’s plow-tracking tool, and intensifying outreach to people at risk in the cold.

New York City Mayor Zohran Mamdani has endorsed Governor Kathy Hochul for her 2026 reelection bid, citing their successful collaboration on universal childcare. The endorsement highlights a new era of cooperation between City Hall and Albany despite policy differences. Mamdani praised Hochul's commitment to delivering tangible results for working families.

Dilaporkan oleh AI

New York City mayor Zohran Mamdani has invoked the legacy of Irish socialist James Connolly in recent speeches around St. Patrick’s Day. A member of the Democratic Socialists of America, Mamdani linked Connolly’s ideals to labor rights and self-determination. Congressional candidate Claire Valdez highlighted Connolly’s past organizing in New York.

Morris Katz, a senior strategist who helped run New York City Mayor Zohran Mamdani’s 2025 campaign, traveled to the United Kingdom in February for meetings with Labour and Green Party politicians about campaigning and political messaging, according to POLITICO.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak