Wali Kota Kota New York Zohran Mamdani telah memperkenalkan langkah-langkah untuk meringankan beban regulasi pada usaha kecil. Perintah eksekutifnya bertujuan menyederhanakan aturan dan mengurangi biaya di tengah tekanan ekonomi. Langkah-langkah ini bertujuan mendukung perusahaan lokal melawan pesaing yang lebih besar.
Wali Kota Kota New York Zohran Mamdani, dalam pidato pelantikannya, berjanji untuk 'membebaskan pemilik usaha kecil dari belenggu birokrasi yang membengkak'. Awal bulan ini, ia menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan badan-badan kota untuk meninjau lebih dari 6.000 aturan yang memengaruhi usaha kecil dan mengidentifikasi cara untuk menyederhanakannya sambil memangkas biaya dan denda terkait. nnKota ini menampung lebih dari 183.000 usaha kecil, dengan 89 persen mempekerjakan kurang dari 20 orang. Operasi-operasi ini menghadapi tantangan termasuk kenaikan sewa, tarif yang dikenakan oleh pemerintahan Trump, dan penurunan pengeluaran konsumen karena masalah keterjangkauan. Musim semi ini, 8.400 usaha tutup sementara hanya 3.500 usaha baru yang dibuka, menyoroti tekanan pada perusahaan lokal. nnPendekatan Mamdani kontras dengan deregulasi konservatif dengan menargetkan dukungan untuk perusahaan kecil melawan korporasi besar seperti Walmart dan Amazon. Selama kampanyenya, ia menyoroti isu seperti 'halalflasi' bagi operator gerobak makanan, yang menghadapi daftar tunggu hampir 10.000 pedagang untuk izin. Dari 2021 hingga awal 2024, hanya 71 izin baru yang diterbitkan, menyebabkan pedagang membayar biaya tinggi di pasar gelap. nnPada Desember, dengan dukungan Mamdani, Dewan Kota mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan batas izin pedagang kaki lima. Perubahan ini dapat memberikan bantuan ekonomi dan perlindungan hukum bagi pedagang imigran di tengah penegakan imigrasi federal. Selain itu, dalam inisiatif pengasuhan anak universalnya, pemerintahan Mamdani berencana bekerja sama dengan penitipan anak rumahan, yang kesulitan dengan regulasi dibandingkan penyedia yang lebih besar. nnSeperti yang digambarkan Mamdani, ini mewakili 'agenda kelimpahan yang menempatkan 99 persen di atas 1 persen'. Kebijakan semacam itu bertujuan membantu pekerja Amerika dan memposisikan ulang pendekatan progresif terhadap isu ekonomi.