Seorang tersangka berusia 18 tahun hadir di pengadilan pada hari Selasa atas perannya dalam penembakan fatal yang menewaskan pengemudi Uber, Joshua Kelvin, hampir dua tahun lalu. Jaksa menggambarkan serangan tersebut sebagai penyergapan terencana terhadap dua penumpang remaja. Sang pengemudi tewas dan satu penumpang terluka parah di Portland, Oregon.
Joshua Kelvin, seorang pengemudi Uber berusia 42 tahun, tewas di tempat kejadian pada 4 Juni 2024, setelah kendaraannya diberondong tembakan di Portland, Oregon. Wakil Jaksa Wilayah Devin Franklin mengatakan kepada pengadilan bahwa tersangka yang saat itu berusia 16 tahun dan satu orang lainnya menyergap dua penumpang, yang berusia 17 dan 18 tahun. Tersangka diduga melepaskan 17 hingga 18 tembakan, menewaskan Kelvin dan melukai penumpang yang lebih muda sebanyak tujuh atau delapan kali. Penumpang yang lebih tua melarikan diri dengan berjalan kaki. Franklin mencatat bahwa remaja yang terluka tersebut masih menderita akibat luka-lukanya dan bahwa tersangka diduga menggunakan senjata yang sama untuk melukai orang lain pada Januari 2025. Kasus ini diproses di pengadilan anak karena usia tersangka pada saat kejadian. Ia menghadapi 10 dakwaan, termasuk pembunuhan tingkat kedua, dua dakwaan percobaan pembunuhan, dua dakwaan konspirasi untuk melakukan pembunuhan, penyerangan tingkat pertama dan kedua, dua dakwaan penggunaan senjata secara tidak sah, serta percobaan untuk melakukan kejahatan Kelas A. Tersangka tiba di pengadilan bukan dalam status tahanan, namun hakim memerintahkan agar ia ditahan setelah persidangan.