Philipp Lahm kritik FIFA terkait arah Piala Dunia

Mantan kapten Jerman Philipp Lahm mengkritik FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, karena memprioritaskan kepentingan komersial dalam sepak bola. Dalam kolom untuk Die Zeit, Lahm berpendapat bahwa Piala Dunia kehilangan kredibilitas di mata para penggemar akibat pengaruh-pengaruh tersebut.

Lahm menuduh FIFA telah mengomersialkan turnamen tersebut, dengan menyatakan bahwa pendekatan ini merampas kredibilitas sepak bola. Ia mencatat bahwa para pendukung merasa semakin tidak nyaman dan semakin sulit untuk memisahkan FIFA dari ajang itu sendiri. Pria berusia 42 tahun itu juga menyampaikan kekhawatiran mengenai beban kerja pemain akibat perluasan Piala Dunia Antarklub dan pembicaraan yang terus berlangsung mengenai penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun sekali. Ia mengatakan bahwa sebuah turnamen membutuhkan waktu untuk bernapas agar dapat meninggalkan kesan yang mendalam. Lahm turut mengkritik tingginya harga tiket pada Piala Dunia musim panas ini, dengan menuduh FIFA memaksimalkan pendapatan alih-alih memberikan angka yang jujur terkait permintaan. Meskipun melontarkan kritik, ia menyambut baik format 48 tim karena memungkinkan lebih banyak negara seperti Skotlandia, Republik Demokratik Kongo, dan Tanjung Verde untuk berpartisipasi.

Artikel Terkait

Mexican actor Diego Luna questioned the cost of tickets for the 2026 World Cup, deeming them inaccessible to most fans. His remarks align with earlier criticism from director Alejandro González Iñárritu.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak