Kantong keripik kentang menjadi tantangan besar daur ulang di Amerika Serikat

Kantong keripik kentang, yang terbuat dari tujuh lapisan plastik dan logam yang disatukan, tidak dapat didaur ulang oleh sistem mana pun di Amerika Serikat. Kemasan fleksibel seperti kantong ini merupakan jenis limbah dengan pertumbuhan tercepat, dengan tingkat daur ulang di bawah 2 persen. Kebijakan negara bagian yang baru bertujuan untuk mengalihkan biaya kepada produsen.

Kantong keripik kentang terdiri dari tujuh lapisan, termasuk poliester metalisasi untuk menghalangi cahaya, polietilena untuk penyegelan, film cetak untuk pelabelan, penghalang oksigen, bahan penyegel tambahan, lapisan struktural, dan lapisan dalam yang bersentuhan langsung dengan makanan. Komposit multi-lapisan ini menjaga kesegaran dan memperpanjang masa simpan produk, namun sulit didaur ulang secara mekanis karena materialnya tidak dapat dipisahkan. Tidak ada fasilitas pemulihan material (MRF) di Amerika Serikat yang dapat memprosesnya secara efektif karena bobotnya yang ringan, yang menyebabkan kemacetan pada peralatan, serta kurangnya pasar domestik sejak larangan impor limbah oleh Tiongkok pada tahun 2018.

Artikel Terkait

South Korean minister holds garbage bag at press conference, reassuring public on supplies amid Middle East crisis.
Gambar dihasilkan oleh AI

South Korean government reassures garbage bag supply amid Middle East crisis

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

South Korea's government urged the public on Monday not to worry about shortages of standard plastic garbage bags amid the Middle East conflict disrupting naphtha supplies. Minister of Climate, Energy and Environment Kim Sung-hwan stated in a Facebook post that all necessary measures have been taken. Hoarding has emerged recently due to a sharp rise in polyethylene prices, a key material for the bags.

Millions of American pets generate vast amounts of waste each year that ends up in landfills. Clay cat litter, dog waste bags, and pet food packaging contribute significantly to this problem. The issue spans mining, pollution, and limited recycling options.

Dilaporkan oleh AI

Starbucks and partners including WM and recycling groups announced in February that the company's cold to-go cups are now widely recyclable, with over 60 percent of U.S. households able to place them in curbside bins. The cups qualify for a special label featuring chasing arrows and the phrase 'widely recyclable.' Experts warn that access does not guarantee recycling, as actual rates for polypropylene cups remain around 1 or 2 percent.

Americans recycle nearly four out of five worn tires, outpacing many other common materials. The figure comes from the latest report by the U.S. Tire Manufacturers Association.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak