Para pakar kriptografi tengah meneliti jamming kuantum untuk mengatasi kausalitas dalam komunikasi yang aman.
Topik ini berfokus pada pemeliharaan keamanan di lingkungan pasca-kuantum dengan mempelajari prinsip sebab dan akibat.
Para pakar kriptografi tengah meneliti jamming kuantum untuk mengatasi kausalitas dalam komunikasi yang aman.
Topik ini berfokus pada pemeliharaan keamanan di lingkungan pasca-kuantum dengan mempelajari prinsip sebab dan akibat.
Fisikawan di MIT telah mengembangkan teknik teoretis yang terinspirasi oleh film Interstellar untuk mengirim pesan kembali ke masa lalu menggunakan keterikatan kuantum. Pendekatan ini meniru kurva tertutup mirip waktu (closed time-like curves) dan secara mengejutkan meningkatkan komunikasi melalui saluran yang bising. Meskipun perjalanan waktu yang nyata tetap mustahil, gagasan ini dapat meningkatkan sistem konvensional.
Dilaporkan oleh AI
Fisikawan di Universitas Wina telah melakukan eksperimen yang menunjukkan superposisi urutan temporal yang berbeda dalam peristiwa kuantum, menggunakan foton terjerat dan ekuivalen ketidaksetaraan Bell. Hasilnya menyimpang secara signifikan dari ekspektasi klasik, menunjukkan bahwa urutan kausal tak tentu adalah fitur dasar kuantum. Namun, beberapa celah eksperimental masih terbuka.
Para peneliti di Los Alamos National Laboratory telah mengembangkan metode untuk secara efektif membalikkan waktu dalam sistem kuantum, yang memungkinkan pemanenan energi untuk penggunaan potensial pada baterai kuantum. Teknik ini menetralkan efek pengukuran pada qubit, membuat sistem tampak berjalan mundur. Hal ini dapat mengubah pengukuran menjadi sumber daya termodinamika.
Dilaporkan oleh AI
Andrew Gault warns that bitcoin faces a greater quantum threat from encrypted messages moving between institutions than from exposed wallet keys. He points to a harvest-now-decrypt-later strategy already in use by adversaries.