Sebuah laporan baru mengidentifikasi Donald Trump sebagai politisi AS yang paling banyak menjadi korban deepfake, yang mencakup lebih dari separuh dari total kasus. Tiga tokoh politik, termasuk Trump, disebut menjadi pemicu 74% ancaman deepfake. Temuan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan deepfake menjelang pemilu sela AS.
Laporan yang dirilis pada 30 April mengklaim bahwa Donald Trump adalah politisi AS yang paling sering menjadi target deepfake, dengan lebih dari separuh dari seluruh kasus yang tercatat melibatkannya. Analisis tersebut menyoroti bahwa penggunaan deepfake meningkat menjelang pemilu sela AS mendatang, yang menimbulkan risiko potensial terhadap diskursus politik dan keamanan.