Rupiah menguat ke Rp 17.851 karena isu restrukturisasi BUMN

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,40 persen ke level Rp 17.851 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Penguatan ini dipengaruhi isu restrukturisasi badan usaha milik negara.

Mengutip data Bloomberg, rupiah naik 71 poin pada sesi perdagangan tersebut. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut sentimen domestik turut menopang pergerakan tersebut.

Assuaibi menyatakan Presiden Prabowo berencana memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 250 perusahaan. Langkah ini dinilai dapat mengurangi beban anggaran negara di tengah kondisi defisit APBN.

Pemerintah juga memutuskan menolak tawaran bantuan dana sebesar 30 miliar dolar AS dari IMF. Menurut Assuaibi, keputusan itu memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Pasar kini menanti data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis awal Juli 2026.

Artikel Terkait

Illustration of weakening Rupiah notes and dollars with Bank Indonesia building, showing declining exchange rate to 17,668 per USD.
Gambar dihasilkan oleh AI

Rupiah weakens to Rp17,668 per US dollar amid stabilization efforts

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The rupiah closed weaker at Rp17,668 per US dollar on Monday, May 18, 2026. The government and Bank Indonesia have taken steps to maintain stability of the currency.

Bank Indonesia has launched seven strategies to maintain rupiah stability amid global pressures, with the currency hitting Rp17.400 per US dollar. The measures received approval from President Prabowo Subianto following a meeting at the Presidential Palace on May 5, 2026. BI Governor Perry Warjiyo highlighted sufficient foreign reserves for market interventions.

Dilaporkan oleh AI

The rupiah reached Rp17,500 per US dollar on Tuesday, May 12, 2026. The pressure stems from a mix of global and domestic factors.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak