Para peneliti telah mengembangkan peta dunia yang menyoroti lokasi di mana elemen tanah jarang kemungkinan besar dapat ditemukan. Pekerjaan ini menghubungkan logam-logam berharga tersebut dengan fitur geologis spesifik jauh di bawah permukaan Bumi.
Sebuah tim internasional yang dipimpin oleh University of Cambridge telah menghasilkan peta prediktif untuk endapan tanah jarang. Studi ini menggabungkan data dari sekitar 9.000 sampel batuan dengan citra seismik interior planet ini. Peta tersebut menunjukkan bahwa batuan beku yang relevan terbentuk terutama di sepanjang tepi curam litosfer benua yang paling tebal dan tertua di Bumi.