AS temukan cadangan litium besar di Appalachia

Amerika Serikat telah mengidentifikasi cadangan litium yang substansial di wilayah Appalachia, yang berpotensi menyimpan hingga 2,3 juta metrik ton litium oksida. Deposit ini dapat memasok miliaran ponsel dan mengurangi ketergantungan Amerika terhadap Tiongkok untuk mineral penting tersebut. Temuan ini dirinci dalam estimasi yang dilaporkan oleh TechRadar.

Para pejabat telah mengumumkan penemuan cadangan litium yang signifikan di Appalachia, dengan estimasi yang menunjukkan hingga 2,3 juta metrik ton litium oksida. Mineral ini sangat penting untuk baterai kendaraan listrik dan barang elektronik konsumen seperti ponsel pintar. Cadangan tersebut berpotensi memproduksi unit daya untuk miliaran ponsel, menurut penilaian yang pertama kali dilaporkan oleh TechRadar pada 3 Mei 2026. Penemuan ini terjadi di tengah upaya untuk mengamankan pasokan litium dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan AS terhadap impor yang utamanya berasal dari Tiongkok. Permintaan litium telah melonjak seiring dengan peralihan global menuju elektrifikasi dan penyimpanan energi terbarukan. Deposit Appalachia ini dapat memainkan peran kunci dalam memperkuat kemampuan produksi nasional. Belum ada jadwal ekstraksi atau rencana pengembangan spesifik yang dikonfirmasi. Estimasi tersebut menyoroti skala penemuan ini, namun survei geologi lebih lanjut akan diperlukan untuk memverifikasi jumlah dan kelayakannya.

Artikel Terkait

Photorealistic illustration of Appalachian Mountains with lithium mining operations and resource estimates for a news article.
Gambar dihasilkan oleh AI

USGS estimates Appalachian lithium resources could offset U.S. imports for more than three centuries

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

The U.S. Geological Survey says the Appalachian region contains an estimated 2.3 million metric tons of undiscovered, economically recoverable lithium—an amount it calculates could replace about 328 years of U.S. lithium imports at 2024 levels.

Prospect Lithium Zimbabwe exported the first lithium sulphate produced on the continent from its Arcadia mine near Harare last month. The shipment follows a government ban on raw mineral exports introduced in February.

Dilaporkan oleh AI

Chile exported US$1.523 million FOB in lithium products in the first quarter of 2026, up 185% from US$534 million in the same period of 2025, according to Central Bank data. The outcome, driven by favorable prices, marks the second-best historical start for a first quarter.

Japan has identified an enormous underwater rare earth deposit 6,000 meters deep near Minamitorishima, the remote Pacific atoll central to its accelerated deep-sea mining plans. Detailed in a recent WIRED report, the find—building on equipment installation earlier this year—bolsters Tokyo's drive for independence from Chinese supplies of these critical manufacturing materials.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak