Seorang pria berusia 20 tahun di Texas dijatuhi hukuman 50 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pembobolan dan pelanggaran narkoba yang bermula dari serangan kekerasan terhadap mantan pacarnya. Joshua Bermea membobol rumah korban dan menyerangnya setelah berbulan-bulan melakukan pelecehan. Vonis tersebut dijatuhkan pada hari Kamis di Comal County.
Joshua Bermea, 20, mengaku bersalah di Pengadilan Distrik ke-274 di Comal County atas pembobolan tempat tinggal dengan niat melakukan tindak pidana selain pencurian, serta pelanggaran narkoba terpisah. Hakim Gary Steel menjatuhkan hukuman 40 tahun untuk pembobolan dan 10 tahun tambahan untuk tuduhan narkoba, yang harus dijalani secara berturut-turut, menurut Kantor Kejaksaan Distrik Comal County. Insiden tersebut dimulai pada musim gugur 2023 setelah wanita itu mengakhiri hubungan mereka. Bermea kemudian melecehkannya tanpa henti, kata pihak berwenang. Pada 22 September 2023, dia mengikuti kendaraan wanita itu sambil mengancamnya melalui telepon, termasuk pesan yang menyatakan, 'Aku akan membuatmu hidup di neraka.' Pelecehan tersebut meningkat pada 8 November, ketika dia mengirim sekitar 250 pesan teks dalam satu hari, banyak di antaranya berisi ancaman untuk membunuhnya, melukai keluarganya, atau menusuk ban mobilnya. Salah satu pesan berbunyi: 'Aku akan menyakitimu habis-habisan, tunggu saja.' Keesokan harinya, 9 November, Bermea memasuki rumah korban tanpa izin di New Braunfels, lapor Departemen Kepolisian New Braunfels. Dia mengambil ponsel korban, menampar dan memukul wajah korban berulang kali, mendorongnya hingga jatuh, meninju tubuh dan kakinya, serta mencekiknya sampai dia tidak bisa bernapas. Korban sempat kehilangan pendengaran di satu telinga akibat pukulan tersebut. Setelah melarikan diri, dia mengirim pesan lagi: 'Aku akan kembali suatu malam untuk menyelesaikannya, di mana pelindungmu, dia tidak ada di sana, tidak ada yang melindungimu, kau itu [umpatan].'