Setelah kekalahan 5-2 dari Atlético Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions—seperti yang dirinci dalam laporan pertandingan kami—Tottenham Hotspur telah memperpanjang rentetan kekalahan mereka menjadi enam pertandingan di semua kompetisi. Manajer sementara Igor Tudor menghadapi pengawasan yang semakin ketat setelah empat kekalahan sejak menjabat, dengan klub tersebut hanya satu poin di atas zona degradasi Liga Premier di tengah kekhawatiran dari pemain dan penggemar.
Mimpi buruk Tottenham di Madrid, yang ditandai dengan kesalahan bertahan awal termasuk penggantian kiper Antonin Kinsky setelah 17 menit, telah memperburuk krisis di klub tersebut. Hasil ini membuat mereka tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan dan enam kekalahan beruntun—terburuk dalam sejarah Spurs. Di Liga Premier, Tottenham terpuruk di peringkat 16, satu poin di atas West Ham United, tanpa kemenangan sejak 28 Desember dan menghadapi degradasi untuk pertama kalinya sejak 1977. Bek Micky van de Ven menyebutnya sebagai 'skenario kiamat,' katanya, 'Segala sesuatu yang bisa salah menjadi salah... Saat ini kami hanya menerima pukulan demi pukulan demi pukulan.' Dia akan absen pada pertandingan Liverpool mendatang karena skorsing dan telah menjauh dari media sosial. Tudor, yang diangkat pada 14 Februari setelah pemecatan Thomas Frank, membela keputusan memulai dengan Kinsky: 'Toni adalah kiper yang sangat bagus. Bagi saya itu keputusan yang tepat... Yang terjadi sangat langka.' Kinsky menyebut malam itu 'mimpi buruk.' Tudor dijadwalkan memimpin perjalanan ke Anfield pada Minggu dan laga kandang melawan Nottingham Forest. Kepercayaan Suporter Tottenham Hotspur menyerukan 'tindakan darurat,' memperingatkan klub sedang 'berjalan tidur menuju tepi jurang.' Mantan manajer Harry Redknapp menepis rumor kembalinya: 'Apakah saya akan kembali? Tentu saja saya mau, tapi saya sangat ragu itu akan terjadi.' Para analis ikut menumpuk kritik, dengan Paul Robinson menyebut Tudor 'orang yang salah pada waktu yang salah' dan Tim Sherwood menuduhnya 'menambah bahan bakar ke api.' Nama-nama seperti Ryan Mason disebut-sebut sebagai alternatif, meskipun belum ada perubahan yang dikonfirmasi.