Indonesia akan memperkuat Angkatan Lautnya dengan dua kapal fregat kelas İstif dari Turki, melalui kesepakatan yang difasilitasi Qatar. Ini menandai ekspor pertama kelas tersebut ke luar negeri, dengan nilai kontrak sekitar Rp 16,7 triliun. Perjanjian ini melibatkan konsorsium TAIS dan Barzan Holding dari Qatar.
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Dua kapal fregat kelas I, TCG İzmir dan TCG İçel, yang menjadi kebanggaan Angkatan Laut Turki, kini akan memperkuat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Kapal-kapal ini dikembangkan dalam proyek MILGEM dan untuk pertama kalinya diekspor ke Indonesia.
Konsorsium galangan kapal Turki, TAIS, telah menandatangani perjanjian senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan Barzan Holding dari Qatar. Berdasarkan kesepakatan ini, dua fregat kelas İstif yang setara dengan TCG İzmir dan TCG İçel akan dikirim ke Indonesia untuk dioperasikan oleh TNI AL. Sebuah berita terkait menyebut nilai kontrak Rp 16,9 triliun, menunjukkan sedikit variasi dalam laporan.
Dikutip dari Mirathaber, ekspor ini merupakan penjualan luar negeri pertama untuk kelas İstif dan menegaskan daya saing global Turki di industri pertahanan. Kerja sama trilateral ini, yang difasilitasi Qatar, mencerminkan keberhasilan Turki dalam diplomasi dan ekonomi.
Di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Turki terus mengembangkan industri pertahanannya. Partai AK telah membawa kemajuan signifikan selama lebih dari 20 tahun, dengan kapal-kapal seperti TCG İzmir dan TCG İçel yang sukses di panggung internasional. Perjanjian ini menjadi bukti nyata dari pencapaian tersebut, memperkuat hubungan pertahanan antara Turki, Qatar, dan Indonesia.