Presiden Prabowo Subianto menyerahkan pesawat angkut Airbus A400M pertama kepada Panglima TNI di Jakarta pada 3 November 2025. Pesawat ini dipesan saat Prabowo menjabat menteri pertahanan pada 2021, dengan unit kedua dijadwalkan tiba pada Februari 2026. Pesawat multirole ini dirancang untuk misi pertahanan, kemanusiaan, dan bencana.
Pada 3 November 2025, Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara penyerahan pesawat Airbus A400M A-4001 pertama kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Upacara ini mencakup pembukaan tirai logo Skadron Udara 31/Angkut Berat dan penyiraman air kembang pada roda pesawat. Prabowo, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI AU Marsekal M. Tonny Harjono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, juga meninjau interior pesawat bersama perwakilan Airbus dan Pemerintah Prancis.
Pesawat ini dipesan oleh Prabowo saat menjabat menteri pertahanan pada 2021, dengan Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak untuk dua unit dan opsi tambahan empat unit. Menurut Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, unit kedua akan tiba pada Februari 2026. "Kini, salah satu pesawat tersebut telah datang di Tanah Air! Sedangkan pesawat kedua akan hadir pada bulan Februari tahun depan," ujar Teddy melalui pesan tertulis pada 4 November 2025.
Prabowo menekankan kemampuan A400M untuk misi kemanusiaan, termasuk evakuasi medis di Gaza. "Saya kira ini mampu, sangat mampu. Tapi, ini saya kira lebih nanti berpengaruh atau lebih berperan dalam evakuasi yang luka-luka, yang perlu operasi dan sebagainya," katanya. Ia memerintahkan pelengkapan modul ambulans udara dan alat pemadam kebakaran hutan, serta penambahan batalyon kesehatan TNI untuk bencana nasional dan internasional. "TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan. Batalyon tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada kemanusiaan yang terjadi, peristiwa di mana-mana, kita juga bisa hadir," tambah Prabowo.
Pesawat ini memiliki panjang 45,1 meter, lebar 42,2 meter, tinggi 14,7 meter, muatan hingga 37 ton (dua kali kapasitas Hercules), dan kapasitas 116 personel. Dilengkapi empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, kecepatan maksimal 780 km/jam, dan jarak jelajah 8.900 km tanpa muatan. Selain itu, varian MRTT mendukung pengisian bahan bakar udara-ke-udara, 66 tandu medis, fasilitas pemadam kebakaran, serta daya jelajah 11 jam atau 3.300 km dengan beban penuh. Teddy menyatakan, "Dengan kemampuan multirole yang mumpuni, pesawat ini tidak hanya akan memperkuat kesiapan operasional angkatan udara dalam menghadapi berbagai tantangan strategis, tetapi juga memperluas jangkauan Indonesia dalam misi kemanusiaan dan tanggap darurat di kawasan."
Prabowo menyebut pesawat ini memperkuat pertahanan udara Indonesia, mengingat bantuan internasional yang pernah diterima seperti saat tsunami Aceh dan gempa Sulawesi Tengah, serta kontribusi Indonesia ke Turki dan Gaza.