Menyusul kritik budaya terhadap Assassin's Creed Shadows, Ubisoft memaparkan riset pra-produksi ekstensifnya, termasuk perjalanan ke Jepang yang dipandu oleh para ahli, guna memastikan kredibilitas sejarah dalam latar Jepang feodal.
Di tengah diskusi yang sedang berlangsung mengenai representasi budaya dalam Assassin's Creed Shadows—yang menghadapi penolakan signifikan di Jepang pada tahun 2025 karena cuplikan pratinjau yang menampilkan kerusakan pada situs suci, yang berujung pada petisi, kritik politik, dan perubahan pada gim tersebut—Ubisoft menyoroti upaya persiapannya. Pengembang tersebut melakukan perjalanan yang dipandu ke Jepang bersama sejarawan ahli untuk memberikan pemahaman mendalam kepada tim dan mengumpulkan detail autentik untuk dunia dalam gim tersebut. Perwakilan Ubisoft menegaskan: 'Kami membuat video gim, namun untuk Assassin's Creed kami berusaha agar tetap kredibel.' Riset ini menegaskan niat studio tersebut untuk menjaga akurasi dalam waralaba ini, bahkan saat mereka menavigasi kepentingan hiburan dan masalah sensitivitas.