Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pengembangan Inggris telah memperbarui saran perjalanannya bagi warga negara Inggris yang menuju Australia dan Selandia Baru akibat gangguan dari konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Meskipun kedua tujuan ini tidak menghadapi keterlibatan langsung, para pelancong mungkin mengalami penundaan dan pembatalan penerbangan karena penutupan ruang udara di tempat lain. Pejabat mendesak untuk memeriksa pembaruan dan polis asuransi guna mengelola potensi masalah.
Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pengembangan Inggris (FCDO) merilis panduan yang diperbarui pada 6 Maret 2026, bagi wisatawan Inggris yang berencana bepergian ke Australia dan Selandia Baru. Ini menyusul ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, yang menyebabkan pembatasan ruang udara, serangan rudal, dan aktivitas drone. Perkembangan ini telah mengganggu penerbangan global, menyebabkan pengalihan rute dan penundaan bahkan untuk penerbangan yang tidak melintas langsung di zona konflik tersebut. Meskipun Australia dan Selandia Baru melaporkan tidak ada risiko keamanan segera, efek tidak langsung dapat memengaruhi perjalanan ke kota-kota seperti Sydney, Melbourne, Auckland, dan Wellington. Maskapai penerbangan dan otoritas di kedua negara telah mulai menyesuaikan jadwal untuk mengatasi perubahan tersebut. FCDO merekomendasikan untuk memantau pemberitahuan maskapai, pembaruan operator tur, dan berita internasional untuk informasi waktu nyata. Para pelancong sebaiknya memprioritaskan opsi pemesanan yang fleksibel dan memverifikasi bahwa asuransi mereka mencakup gangguan dari peristiwa geopolitik, karena beberapa polis mungkin mengecualikan insiden terkait konflik. Mendaftar untuk peringatan email FCDO disarankan untuk menerima pemberitahuan segera. Langkah pencegahan tambahan meliputi menyediakan waktu ekstra untuk perjalanan dan mempertimbangkan rute melalui pusat-pusat Asia Tenggara, yang mungkin mengalami peningkatan lalu lintas. Peringatan tersebut menyoroti efek yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan bisnis. Atraksi populer di Australia dan Selandia Baru terus menarik pengunjung, tetapi penundaan dapat mengurangi jumlah kedatangan, terutama dengan acara seperti musim panas Australia yang akan datang dan musim olahraga musim dingin Selandia Baru. Bisnis mungkin menghadapi rapat yang ditunda akibat jalur penerbangan yang tidak dapat diandalkan. Meskipun ada tantangan ini, kedua negara sedang beradaptasi untuk mendukung perjalanan yang aman.