ETF Vanguard FTSE All-World ex US Index Fund (VEU) telah mencapai keuntungan sederhana di 2026, mengungguli S&P 500 berkat valuasinya yang menarik. Analis menyoroti paparannya yang terbatas terhadap Timur Tengah sebesar 2,7 persen, sambil mencatat investasi di wilayah importir energi seperti Eropa dan Jepang. Meskipun ada risiko, diskon valuasi ETF ini dianggap berlebihan, sehingga direkomendasikan untuk dibeli.
Saham internasional di Vanguard FTSE All-World ex US Index Fund ETF (VEU) telah sedikit mengungguli S&P 500 di awal 2026, didorong oleh valuasi yang lebih murah dibandingkan patokan AS. Kinerja ini terjadi di tengah melonjaknya harga energi, yang menguntungkan alokasi tertentu dalam dana tersebut. VEUs utamanya berinvestasi di wilayah berpertumbuhan rendah dan importir energi seperti Eropa dan Jepang, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pertumbuhan laba yang lemah. Paparannya terhadap Timur Tengah tetap sederhana sebesar 2,7 persen. Sebaliknya, dana tersebut mengalokasikan 11,8 persen ke wilayah seperti Kanada dan Australia, yang dianggap sebagai penerima manfaat dari krisis energi. Analis berpendapat bahwa diskon valuasi ETF relatif terhadap S&P 500 terlalu mencolok, menjadikan VEU sebagai peluang beli. Namun, risiko termasuk alokasi tinggi ke sektor siklikal dan kemungkinan pembalikan dalam pelemahan terbaru dolar AS. Analisis yang diterbitkan pada 7 Maret 2026 menekankan bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan, dan tidak ada saran investasi spesifik yang diberikan. Penulis mengungkapkan tidak memiliki posisi di sekuritas terkait dan menyatakan opini pribadi tanpa kompensasi selain dari platform tersebut.