Dana ekuitas pasar berkembang Hartford underperform patokan di kuartal IV 2025

Dana Ekuitas Pasar Berkembang Hartford mencatat pengembalian absolut positif pada kuartal keempat 2025 tetapi underperform terhadap patokannya, Indeks MSCI Emerging Markets. Pemilihan sekuritas di sektor tertentu berkontribusi pada underperformance relatif tersebut. Saham pasar berkembang secara keseluruhan maju selama periode itu, didorong oleh keuntungan di Amerika Latin.

Saham pasar berkembang naik pada kuartal keempat 2025, dengan Amerika Latin memimpin keuntungan, diikuti Asia dan wilayah Eropa, Timur Tengah, serta Afrika. Di Amerika Latin, Brasil mengalami lonjakan signifikan setelah Amerika Serikat menghapus tarif 40% pada produk makanan Brasil. Pertumbuhan PDB triwulan ketiga Brasil terbatas, meskipun angka spesifik tidak dirinci dalam komentar tersebut. The Hartford Emerging Markets Equity Fund, khususnya kelas saham I (HERAX), mencapai pengembalian absolut positif untuk kuartal tersebut tetapi tertinggal dari Indeks MSCI Emerging Markets. Faktor utama di balik underperformance ini adalah pemilihan sekuritas, terutama kelemahan di sektor teknologi informasi dan industri. Keterlambatan ini sebagian diimbangi oleh pemilihan lebih kuat di keuangan dan real estate. Pada penutupan periode, dana tersebut mempertahankan posisi overweight terbesar di sektor kesehatan, energi, dan teknologi informasi. Dari perspektif geografis, portofolio memegang overweight terbesar di Korea Selatan dan Thailand. Penempatan ini mencerminkan strategi dana di tengah kemajuan pasar yang lebih luas di ekonomi berkembang. Komentar tersebut, yang diterbitkan pada 9 Maret 2026, memberikan wawasan tentang kinerja dan penyesuaian dana, menyoroti tantangan pemilihan sektor-spesifik dalam lingkungan pasar yang secara umum positif. 0.95 0.95 Emerging Markets Equity Fund 2026-03-09

Artikel Terkait

Jakarta Stock Exchange traders celebrate IHSG hitting record high of 8,602 amid bullish charts.
Gambar dihasilkan oleh AI

IHSG capai rekor baru di 8.602 didorong fondasi ekonomi kuat

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pada rekor tertinggi 8.602,13 pada Rabu, 26 November 2025, naik 0,94 persen. Pembukaan Kamis pagi menunjukkan penguatan tipis ke 8.611, meski ada potensi koreksi terbatas. Sentimen positif datang dari fondasi ekonomi Indonesia yang solid dan kenaikan bursa global.

Harbor International Compounders Fund (HSICX) mencatat pengembalian 3.19% pada kuartal keempat 2025, di bawah kinerja benchmark-nya, MSCI All Country World ex-US Index, yang naik 5.05%. Kepemilikan utama seperti AstraZeneca dan SSE memberikan kontribusi positif terhadap kinerja. Dana tersebut melakukan beberapa penyesuaian portofolio, termasuk pembelian baru dan penjualan posisi.

Dilaporkan oleh AI

Dana John Hancock Global Shareholder Yield mencatat pengembalian positif pada kuartal keempat 2025, mengungguli patokannya, Indeks MSCI World. Pemilihan saham di sektor teknologi informasi dan keuangan mendorong kinerja kuat dana tersebut. Dana ini bertujuan memberikan tingkat pendapatan tinggi sekaligus apresiasi modal.

Dana Royce Small-Cap Total Return Fund (RYTRX) naik 2,4% pada tahun fiskal 2025, berkinerja di bawah benchmark-nya, yaitu Indeks Russell 2000 Value yang naik 12,6%. Kontribusi positif datang dari sektor perawatan kesehatan, keuangan, dan teknologi informasi, sementara kepemilikan seperti PACS Group dan FTAI mendorong keuntungan. Vestis Corporation menjadi pengurang terbesar di tengah hasil yang lebih lemah.

Dilaporkan oleh AI

Seorang investor telah secara bertahap menyesuaikan Portofolio Alokasi Model mereka menuju posisi yang lebih defensif di tengah kinerja pasar yang sedang berlangsung. Portofolio ini terus mengungguli patokan S&P 500 pada sebagian besar kepemilikannya. Pembaruan ini menekankan kehati-hatian melalui peningkatan kas dan strategi lindung nilai.

Dua belas reksa dana saham di India telah mencapai nilai aset bersih melebihi Rs 1.000, menghasilkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk hingga 24% sejak diluncurkan. Sebelas dana ini telah beroperasi lebih dari 25 tahun, memberikan pengembalian dua digit yang konsisten di tengah pasang surut pasar. Kinerja ini menggarisbawahi nilai strategi investasi jangka panjang bagi investor yang sabar.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memperluas data investor menjadi 27 sub-tipe untuk meningkatkan transparansi, sesuai permintaan MSCI. Meski rebound kuat pada hari sebelumnya, proyeksi menunjukkan potensi koreksi jika gagal tembus level kunci.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak