Investor memperbarui alokasi model ke posisi defensif pada Maret 2026

Seorang investor telah secara bertahap menyesuaikan Portofolio Alokasi Model mereka menuju posisi yang lebih defensif di tengah kinerja pasar yang sedang berlangsung. Portofolio ini terus mengungguli patokan S&P 500 pada sebagian besar kepemilikannya. Pembaruan ini menekankan kehati-hatian melalui peningkatan kas dan strategi lindung nilai.

Dalam pembaruan alokasi model Maret 2026, investor tersebut menggambarkan pergeseran portofolio ke posisi yang lebih defensif, dengan menyatakan, “Sudah waktunya untuk berhati-hati.” Meskipun penyesuaian ini, portofolio tampil baik, dengan sebagian besar investasi dengan mudah mengungguli S&P 500. Key changes include increasing cash holdings to reduce risk, realizing profits from certain positions, and adding a short position in QQQ. Bitcoin exposure has been hedged via Kalshi, and a long-short ETF has been incorporated into the portfolio. Pembaruan ini memberikan analisis berkelanjutan tentang Model Alokasi Aset, yang dikenal sebagai “Model Allocation.” Investor mempertahankan posisi long yang menguntungkan pada aset seperti GLD, FEORX, HECA, HEFT, CGGR, PPI, SIVR, RAAX, INFL, BTC-USD, NODE, ASST, BMNR, PCT, ORLA, dan PALL, baik melalui kepemilikan saham, opsi, atau derivatif lainnya. Artikel ini, yang diterbitkan pada 10 Maret 2026, menjelaskan bahwa ini menyatakan pendapat penulis sendiri dan bukan saran investasi, pajak, atau hukum. Penulis tidak menerima kompensasi selain kontribusi Seeking Alpha dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan yang disebutkan. Seeking Alpha mencatat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan dan tidak memberikan rekomendasi spesifik spesifik.

Artikel Terkait

The Nationwide BNY Mellon Dynamic U.S. Core Fund achieved a 2.19% return in the fourth quarter of 2025, underperforming the S&P 500 Index's 2.66% gain. The fund maintained a target allocation of 90% equities, 10% bonds, and no cash during the period. Positive market factors included stronger-than-expected economic growth, interest rate reductions, and robust corporate earnings.

Dilaporkan oleh AI

AQR Capital Management's US stock portfolio increased to approximately $191 billion in the fourth quarter of 2025, as shown in its latest 13F filing. Nvidia continued as the largest holding after an 18% stake increase, with significant builds in Apple, Microsoft, Alphabet and Amazon.

Robert Lewin, Chief Financial Officer of KKR & Co. Inc., presented at the RBC Capital Markets Global Financial Institutions Conference on March 11, 2026. He highlighted the firm's business model and key focuses for the year ahead. KKR manages about $744 billion in assets as of December 31, 2025.

Dilaporkan oleh AI

Institutional Class shares of the Columbia Global Technology Growth Fund returned 1.97% in the fourth quarter of 2025, trailing the S&P Global 1200 Information Technology Index benchmark at 3.21%. Gains from AI leaders like Alphabet and Micron were offset by declines in Oracle and Netflix. The fund's commentary highlights key contributors and detractors.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak