Dana Greenlight Capital memberikan imbal hasil sebesar 6,5% pada kuartal pertama tahun 2026, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran, mengungguli penurunan S&P 500 sebesar 4,4%. Dana lindung nilai tersebut menyebutkan keuntungan dari saham emas, kesehatan, pengapalan, dan energi di tengah ketidakpastian akibat perang di Iran. Para manajer menekankan pada pelestarian modal mengingat terbatasnya risiko penurunan yang diperhitungkan di pasar.
Greenlight Capital melaporkan bahwa kemitraannya mencapai imbal hasil bersih sebesar 6,5% untuk periode Januari hingga Maret, sangat kontras dengan penurunan indeks S&P 500 sebesar 4,4%. Kinerja ini terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik, termasuk perang di Iran, penutupan Selat Hormuz, dan harga energi yang tinggi. Manajer dana mencatat adanya pergeseran ke arah taruhan makroekonomi top-down di samping pemilihan saham tradisional, termasuk investasi langsung pada instrumen makro ketika prediksi tampak jelas. Mereka menyatakan ketidakpastian mengenai arah konflik, termasuk gencatan senjata dua minggu baru-baru ini dan pernyataan Presiden Trump yang berubah-ubah mengenai tujuan seperti perubahan rezim dan masalah selat.