Vermont bergabung dengan FieldWatch sebagai wilayah ke-32

Vermont telah menjadi wilayah ke-32 yang bergabung dengan FieldWatch, sebuah alat pemetaan nirlaba yang membantu peternak lebah dan produsen tanaman berkomunikasi dengan penyemprot pestisida. Registrasi gratis ini bertujuan untuk mencegah kerusakan akibat sebaran pestisida pada peternakan lebah dan lahan pertanian. Pejabat negara bagian menyambut baik kemitraan ini sebagai dorongan bagi pertanian berkelanjutan.

FieldWatch, Inc., sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di West Lafayette, Indiana, mengumumkan pada 17 Februari 2026, bahwa Vermont telah bergabung dengan jaringannya sebagai wilayah ke-32. Hal ini menjadikan totalnya menjadi 27 negara bagian Amerika Serikat lainnya, tiga provinsi Kanada, dan Distrik Columbia. Platform ini menawarkan registrasi pemetaan yang aman bagi peternak lebah—baik hobi maupun komersial—dan produsen tanaman, termasuk operasi organik dan konvensional, untuk mendaftarkan lokasi peternakan lebah dan lahan yang harus dihindari oleh penyemprot pestisida selama penyemprotan. Alat seperti DriftWatch dan BeeCheck tersedia secara gratis dan sukarela bagi pengguna di Vermont, sementara FieldCheck berfungsi sebagai portal bagi penyemprot di perangkat desktop dan seluler untuk membuat keputusan yang tepat dan mengurangi risiko akibat sebaran pestisida. “Tujuannya adalah agar peternak lebah dan produsen tanaman mendaftar melalui FieldWatch sehingga penyemprot dapat mengakses informasi yang akurat sebelum melakukan penyemprotan,” ujar Bob Walters, Presiden dan CEO FieldWatch. “Model ini telah terbukti membangun pengelolaan yang baik dan komunikasi dalam pertanian.” Keputusan ini muncul dari tuntutan peternak lebah dan produsen tanaman di Vermont akan kemampuan registrasi tersebut. “Negara Bagian Vermont sangat antusias bermitra dengan FieldWatch untuk menyediakan teknologi inovatif mereka bagi para petani dan peternak lebah di Vermont,” kata Anson Tebbetts, Sekretaris Badan Pertanian, Pangan, dan Pasar Vermont. “Kemitraan ini memberikan alat tambahan bagi petani kami saat kami bekerja sama untuk memastikan kesuksesan berkelanjutan pertanian Vermont dan menjadikan industri kami lebih berkelanjutan dengan mempromosikan penggunaan pestisida yang aman, efektif, dan efisien.” FieldWatch telah menjalankan misinya sejak 2012 untuk menumbuhkan kesadaran dan pengelolaan melalui alat pemetaan yang andal.

Artikel Terkait

Realistic depiction of pesticide spraying in rural Peru, with heatmap showing elevated cancer risk in high-exposure Indigenous communities.
Gambar dihasilkan oleh AI

Study maps pesticide mixtures in Peru and finds higher cancer risk in high-exposure areas

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A study published in *Nature Health* reports a statistical link between environmental exposure to mixtures of agricultural pesticides and higher cancer risk in Peru. Using modeled pesticide dispersion from 2014 to 2019 and cancer registry data from 2007 to 2020 covering more than 150,000 cases, researchers found that people living in high-exposure areas faced, on average, about a 150% higher likelihood of cancer, with Indigenous and rural farming communities among those most exposed.

A training program in Traverse City, Michigan, is helping new farmers learn practical skills through hands-on experience. The Great Lakes Incubator Farm offers a seven-month course focused on regenerative agriculture for a small cohort of students. It addresses barriers like land access and climate challenges in the industry.

Dilaporkan oleh AI

Georgia has launched its first state-funded program to protect farmland from rapid development. The Georgia Farmland Conservation Fund received $2 million for its initial year, with selections expected in August. Farmers have already submitted applications to sell development rights while continuing to work the land.

Scientists at Cornell University have uncovered a massive population of ground-nesting miner bees at East Lawn Cemetery in Ithaca, New York, one of the largest known communities worldwide. The site supports between 3 million and 8 million bees, highlighting cemeteries as vital habitats for pollinators amid urban pressures. Researchers emphasize the role of these solitary bees in pollinating local crops like apple trees.

Dilaporkan oleh AI

Ethiopia is set to gain improved access to biotechnology and biosafety information after the launch of a new continental digital platform. The Biotech Africa Database aims to enhance transparency and support evidence-based decisions across Africa.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak