X telah memperbarui syarat layanannya dan mengajukan petisi balasan untuk mempertahankan kepemilikan merek dagang Twitter dari tantangan sebuah startup. Langkah ini datang setelah Operation Bluebird, yang didirikan oleh mantan eksekutif Twitter, berupaya membatalkan merek dagang X untuk meluncurkan platform sosial baru. Sengketa ini menyoroti ketegangan berkelanjutan mengenai warisan layanan media sosial yang berganti nama.
Dalam perkembangan terbaru, X, platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, telah merevisi syarat layanannya untuk secara eksplisit menyebutkan branding X dan Twitter. Pembaruan ini, yang berlaku efektif 16 Januari 2025, menyatakan bahwa pengguna tidak berhak menggunakan nama X, nama Twitter, atau merek dagang terkait tanpa izin. Perubahan ini bertepatan dengan pengajuan petisi oleh X yang menyatakan bahwa merek dagang Twitter tetap menjadi milik eksklusifnya.
Pemicu tindakan X adalah Operation Bluebird, sebuah startup yang didirikan bersama oleh Stephen Coates, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat umum Twitter. Minggu lalu, Operation Bluebird mengajukan petisi ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS untuk membatalkan kendali X atas merek Twitter dan Tweet. Dalam pengajuannya, perusahaan tersebut berargumen bahwa merek-merek ini telah dihapus dari produk dan pemasaran X, yang menunjukkan pengabaian tanpa niat untuk melanjutkan penggunaan. Operation Bluebird bertujuan untuk mendaftarkan merek tersebut untuk platform media sosialnya sendiri, yang direncanakan untuk domain twitter.new.
Coates menekankan dasar hukum klaim mereka dalam sebuah pernyataan: "X secara hukum meninggalkan merek TWITTER, secara publik menyatakan merek Twitter 'mati', dan menghabiskan sumber daya besar untuk membangun identitas merek baru. Petisi pembatalan kami didasarkan pada hukum merek dagang yang mapan dengan baik dan kami yakin akan berhasil. Mereka mengucapkan selamat tinggal. Kami mengatakan halo."
Konflik ini menggemakan pengumuman Elon Musk pada 2022 segera setelah mengakuisisi Twitter, di mana ia menyatakan, "Dan segera kita akan mengucapkan selamat tinggal kepada merek twitter dan, secara bertahap, semua burung." Meskipun berganti nama menjadi X dan menghapus gambar burung, sisa-sisa masih ada, seperti pengalihan dari twitter.com ke x.com.
Operation Bluebird telah menarik minat, dengan lebih dari 145.200 pengguna yang mengklaim handle di platformnya. Tanggapan X menunjukkan bahwa ia memandang merek dagang sebagai aset berharga yang patut dilindungi, bahkan saat membangun identitas yang berbeda.