Atmosfer
NASA berhasil meluncurkan tiga roket sonda dari Alaska untuk mempelajari arus listrik yang memberi daya pada aurora borealis. Misi-misi tersebut, termasuk penyelidikan terhadap aurora hitam misterius, mengumpulkan data berkualitas tinggi tentang bagaimana energi mengalir melalui atmosfer atas Bumi. Semua roket mencapai ketinggian yang direncanakan dan mengirimkan pengukuran berharga kembali ke para ilmuwan.
Dilaporkan oleh AI
Supertormenta geomagnetik kuat melanda Bumi pada 10-11 Mei 2024, memampatkan plasmasfer pelindung planet ke tingkat tak tertandingi. Pengamatan dari satelit Arase Jepang mengungkapkan tepi luar menyusut dari 44.000 km menjadi hanya 9.600 km di atas permukaan. Peristiwa ini, yang terkuat dalam lebih dari dua dekade, juga memicu aurora langka di wilayah ekuatorial dan menyoroti tantangan pemulihan akibat gangguan ionosfer.