Mekanika Kuantum
Nobel prize in physics 2025 awarded to quantum physicists
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI
John Clarke, Michel H. Devoret, and John M. Martinis receive the 2025 Nobel Prize in Physics for experiments demonstrating quantum tunneling in macroscopic circuits. Their mid-1980s work laid the foundation for superconducting quantum computers. The laureates expressed great surprise at the award.
Sebuah tim fisikawan internasional menemukan bahwa model keruntuhan kuantum, yang berpotensi terkait dengan gravitasi, memperkenalkan ketidakpastian yang sangat kecil dalam waktu itu sendiri. Hal ini menetapkan batas mendasar pada presisi jam, meskipun jauh di bawah tingkat deteksi saat ini. Penelitian yang diterbitkan dalam Physical Review Research ini mengeksplorasi hubungan antara mekanika kuantum dan gravitasi.
Dilaporkan oleh AI
Matematikawan Irlandia William Rowan Hamilton mengembangkan kerangka kerja pada 1820-an dan 1830-an yang menghubungkan lintasan sinar cahaya dan partikel bergerak, sebuah ide yang kemudian terbukti krusial bagi mekanika kuantum. Lahir 220 tahun lalu, karya Hamilton, termasuk mengukir rumus di Jembatan Broome Dublin pada 1843, dibangun di atas fisika sebelumnya tetapi mengungkap hubungan lebih dalam yang baru dipahami satu abad kemudian. Wawasan ini membantu membentuk teori modern dualitas gelombang-partikel.
Para ilmuwan telah mengembangkan jam atomik ultradingin yang sangat presisi yang dapat mendeteksi bagaimana fisika kuantum memengaruhi aliran waktu. Dengan mendinginkan atom hingga mendekati nol absolut, perangkat ini bertujuan mengukur variasi waktu halus yang diprediksi oleh teori kuantum. Penelitian, yang diterbitkan di Nature Communications, membuka jalan baru untuk menguji fisika fundamental.