Breeze Airways meningkatkan opsi penerbangan ke Bandara Internasional Myrtle Beach mulai Juli 2026, menanggapi pertumbuhan populasi dan permintaan wisata di wilayah pantai Carolina Selatan. Perluasan ini mencakup rute tanpa transit baru dan frekuensi lebih tinggi pada rute yang ada. Tiket untuk penerbangan harian kini tersedia untuk dibeli.
Myrtle Beach, destinasi pantai di Carolina Selatan, mengalami pertumbuhan populasi yang cepat, yang mendorong kebutuhan akan koneksi perjalanan lebih banyak. Breeze Airways, maskapai berbiaya rendah yang didirikan pada 2021 oleh David Neeleman, mengumumkan rencana untuk memperluas operasinya di Bandara Internasional Myrtle Beach (MYR) pada musim panas 2026. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang menambahkan 17 rute tanpa transit baru dan meningkatkan layanan ke Myrtle Beach dan Fort Lauderdale. Pembaruan dimulai pada Juli 2026, dengan peningkatan frekuensi pada beberapa rute mulai 1 Juli. Misalnya, penerbangan dari Akron-Canton, Ohio (CAK), akan beralih ke layanan harian, naik dari lima kali seminggu. Rute ke Fort Lauderdale, Florida (FLL), akan beroperasi enam kali seminggu, dan layanan ke New York/Islip, New York (ISP), akan berjalan empat kali seminggu pada Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Penambahan baru mencakup penerbangan tanpa transit ke Pittsburgh, Pennsylvania (PIT), mulai 3 Juli pada Senin dan Jumat, dengan tarif mulai dari $39. Layanan BreezeThru satu transit ke Portland, Maine (PWM), tanpa ganti pesawat, diluncurkan pada 2 Juli. Rute musiman lainnya menampilkan layanan tanpa transit ke Manchester, New Hampshire (MHT), dua kali seminggu dari 6 Februari hingga Mei, dan ke Long Island/Islip, New York (ISP), mulai 6 Mei. Breeze Airways beroperasi dengan model 'Nice Low Cost Carrier', menggunakan pesawat Airbus A220-300 dan Embraer, serta tidak membebankan biaya untuk perubahan atau pembatalan. 'Selama hampir lima tahun, Breeze telah mengisi celah yang lama diabaikan dalam industri dengan menghubungkan pasar yang kurang terlayani dengan layanan tanpa transit yang terjangkau', kata David Neeleman, pendiri dan CEO maskapai. 'Penambahan kota dan rute baru ini akan memungkinkan lebih banyak pelancong menghemat jam yang biasanya dihabiskan untuk terbang melalui pusat atau mengemudi'. Maskapai bertujuan menyediakan opsi hemat bahan bakar dan biaya untuk penduduk dan pengunjung.