Millicom International Cellular melaporkan kinerja 2025 yang kuat dengan ekspansi margin dan arus kas bebas yang solid, menurut ulasan analis. Namun, peningkatan leverage dan risiko integrasi menjelang 2026 memicu pandangan hati-hati. Analis tersebut menaikkan estimasi nilai wajar tetapi mempertahankan rekomendasi hold karena potensi kenaikan yang terbatas.
Millicom International Cellular (TIGO), operator telekomunikasi, membukukan hasil kuat untuk 2025, yang menampilkan ekspansi margin dan pembangkitan arus kas bebas yang substansial. Peningkatan operasional mencakup margin EBITDA melebihi 50% di pasar kunci, disertai kelanjutan pembayaran dividen. Peningkatan ini menyoroti kemajuan perusahaan di wilayah intinya, terutama di Amerika Latin. Meskipun ada sisi positif ini, tantangan masih berlanjut. Pengeluaran modal tinggi dan tekanan kompetitif yang semakin ketat dicatat sebagai pengimbang terhadap keuntungan. Menuju 2026, prakiraan menunjukkan laba per saham yang disesuaikan lebih rendah dan tingkat leverage yang lebih tinggi, yang meningkatkan risiko integrasi dari operasi yang sedang berlangsung dan ekspansi potensial. Dalam analisis terbaru, penulis menaikkan estimasi nilai wajar menjadi $55 per saham dan target harga menjadi $43 per saham. Meskipun demikian, rating 'Hold' dipertahankan, dengan alasan potensi kenaikan jangka pendek yang terbatas dan profil risiko-imbalan yang kurang menarik pada valuasi saat ini. Ulasan tersebut menyarankan bahwa setelah kenaikan saham baru-baru ini yang signifikan, investor dapat mempertimbangkan beralih ke peluang lain. Analis mengungkapkan tidak memiliki posisi di saham TIGO dan menekankan bahwa tulisan ini mencerminkan opini pribadi, bukan saran keuangan. Investor didesak untuk melakukan uji tuntas sendiri, terutama terkait risiko di pasar non-AS seperti pajak pemotongan atas dividen.