Analis prediksi penurunan Nifty ke 24.300 akibat pelanggaran support

Indeks acuan pasar saham India Nifty menghadapi prospek lemah untuk minggu mendatang, menurut analis. Mereka memperingatkan potensi penurunan ke 24,700 dan kemudian 24,300 jika level support kunci di 25,100 dilanggar. Investor disarankan mencari peluang jual saat ada pergerakan naik.

Indeks Nifty, acuan utama pasar saham India, memasuki minggu mendatang dengan ekspektasi hati-hati. Analis menyoroti risiko penurunan, menunjuk level 25,100 sebagai ambang batas support kritis. Jika level ini dilanggar, mereka memperkirakan indeks akan turun lebih dulu ke 24,700 dan kemudian ke 24,300. Penilaian ini muncul di tengah kekhawatiran pasar yang lebih luas, meskipun pemicu spesifik tidak dirinci dalam analisis. Saran bagi investor menekankan kehati-hatian: setiap kenaikan sementara harus dilihat sebagai peluang untuk menjual, bukan sinyal untuk membeli. Elemen pasar terkait mencakup penyebutan saham seperti Hindustan Zinc, SBI Cards and Payment Services, dan lainnya seperti Sensex, Anand Rathi Shares, Muthoot Finance, Siemens, dan Oil India. Ini ditandai terkait dinamika pasar saat ini, tetapi fokus tetap pada lintasan Nifty. Secara keseluruhan, prospek ini menekankan volatilitas di saham India, mendesak pelaku pasar untuk memantau tanda 25,100 dengan cermat untuk petunjuk arah.

Artikel Terkait

Anxious traders at Bombay Stock Exchange watch falling Indian stocks and rising oil prices amid Middle East tensions.
Gambar dihasilkan oleh AI

Saham India menghadapi tekanan berkelanjutan dari ketegangan Timur Tengah

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Setelah kejutan pasar awal dari konflik Asia Barat, ekuitas India mengalami aliran keluar investor asing besar-besaran dan tetap volatil di tengah kenaikan harga minyak. FPI menarik $751.4 juta pada 2 Maret—penarikan harian terbesar dalam empat bulan—dengan pasar kembali beroperasi setelah libur Holi pada 4 Maret di bawah tekanan yang berlanjut.

India's benchmark indices Sensex and Nifty declined for the sixth consecutive trading day on January 12, 2026, with Sensex dropping over 200 points and Nifty slipping below 25,700, extending Dalal Street's turbulent run.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Nifty India ditutup lebih rendah setelah tekanan jual berkelanjutan, tetap di atas rata-rata jangka panjang sambil menunjukkan kelemahan jangka pendek. Indikator teknis menunjukkan konsolidasi pasar dengan bias korektif menjelang minggu yang hati-hati. Ahli Daljeet Kohli menyoroti potensi rebound selektif yang didorong oleh laba Q4 di sektor tertentu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka lebih rendah pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan penurunan sekitar 16 poin ke level 8.627,40. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung pelaku pasar menjelang penutupan perdagangan tahun 2025. Analis memproyeksikan potensi penguatan lebih lanjut jika indeks bertahan di atas level tertentu.

Dilaporkan oleh AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,29 persen di level 8.959 pada Rabu, 7 Januari 2026, mengikuti penguatan bursa Asia dan AS. Analis memprediksi potensi reli ke 9.000, didukung momentum bullish meski ada peringatan koreksi setelah kenaikan lima hari berturut-turut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,81 persen atau 67,04 poin pada sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, mencapai level 8.255,18. Penurunan ini terjadi meskipun pembukaan menguat tipis, sementara nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp 16.744 per dolar AS. Analis memperingatkan potensi koreksi lebih lanjut dengan support penting di level 8.200.

Dilaporkan oleh AI

Wall Street's main indices show moderate gains in a low-volatility session, as investors digest retail sales data below expectations and await Wednesday's employment report.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak