Illustration depicting Antam gold bars with surging price tag of Rp 2.487 million per gram amid upward trend, for news article.
Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas Antam naik Rp 17.000 menjadi Rp 2,487 juta per gram

Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) naik Rp 17.000 menjadi Rp 2.487.000 per gram pada Kamis, 18 Desember 2025. Harga buyback juga meningkat menjadi Rp 2.346.000 per gram dari Rp 2.330.000 sebelumnya. Kenaikan ini dipantau dari laman Logam Mulia Antam.

Pada Kamis, 18 Desember 2025, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp 17.000 per gram, dari Rp 2.470.000 menjadi Rp 2.487.000. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan harga jual kembali (buyback) yang mencapai Rp 2.346.000 per gram, naik dari Rp 2.330.000.

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan yang tercatat di laman Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp 1.293.500
- 1 gram: Rp 2.487.000
- 2 gram: Rp 4.914.000
- 3 gram: Rp 7.346.000
- 5 gram: Rp 12.210.000
- 10 gram: Rp 24.365.000
- 25 gram: Rp 60.787.000
- 50 gram: Rp 121.495.000
- 100 gram: Rp 242.912.000
- 250 gram: Rp 607.015.000
- 500 gram: Rp 1.213.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.427.600.000

Transaksi buyback emas batangan dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali dengan nilai di atas Rp 10 juta, diterapkan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback. Sementara itu, pembelian emas batangan dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, disertai bukti potong.

Sementara harga emas global justru turun 0,4 persen menjadi US$ 4.324,59 per ons di pasar spot, dan US$ 4.356,4 per ons untuk emas berjangka AS, dipengaruhi penguatan dolar AS jelang data inflasi.

Artikel Terkait

Illustration depicting a shiny gold bar beside a digital price board showing Antam gold's Rp260,000 price drop, with downward-trending charts and traders in background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas Antam anjlok Rp260 ribu per gram

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas Antam mengalami penurunan mendadak sebesar Rp260.000 menjadi Rp2.860.000 per gram pada Sabtu ini. Harga buyback juga turun Rp285.000 ke Rp2.654.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah kenaikan signifikan sebelumnya.

Harga emas Antam mengalami kenaikan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, naik Rp 22.000 menjadi Rp 2.453.000 per gram pada Jumat ini. Kenaikan ini dipantau dari laman Logam Mulia PT Antam Tbk. Harga buyback juga ikut naik menjadi Rp 2.313.000 per gram.

Dilaporkan oleh AI

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencapai Rp 2.652.000 per gram pada 13 Januari 2026, naik Rp 21.000 dari hari sebelumnya, melanjutkan tren kenaikan sejak 10 Januari. Harga buyback juga meningkat menjadi Rp 2.503.000 per gram, sementara harga emas global justru turun tipis.

Harga emas produk UBS dan Galeri24 di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu ini, sementara harga emas Antam justru naik Rp6.000 per gram. Data ini dikutip dari situs resmi masing-masing penyedia. Secara global, harga emas juga meningkat didorong oleh laporan pekerjaan AS.

Dilaporkan oleh AI

Harga emas dari Pegadaian mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut, dengan produk UBS mencapai Rp 2.537.000 per gram. Produk Galeri24 juga naik menjadi Rp 2.491.000 per gram. Kenaikan ini dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada Sabtu.

Gold prices have reached a record $5,000 per ounce, equivalent to about Ksh638,000, due to the weakening US dollar. This global trend is increasing demand for the metal and affecting Kenya's financial markets. The Central Bank of Kenya is expanding its gold reserves to diversify foreign holdings.

Dilaporkan oleh AI

The price of gold has vaulted past $5,000 an ounce for the first time, carrying South Africa's rand to its best level since June 2022. Prospects of a US government shutdown have weakened the dollar, driving investors toward the safe-haven metal. This development has raised the likelihood of an interest rate cut by the Reserve Bank's Monetary Policy Committee on Thursday.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak