Harga emas Antam naik Rp 21.000 menjadi Rp 2.652.000 per gram

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencapai Rp 2.652.000 per gram pada 13 Januari 2026, naik Rp 21.000 dari hari sebelumnya, melanjutkan tren kenaikan sejak 10 Januari. Harga buyback juga meningkat menjadi Rp 2.503.000 per gram, sementara harga emas global justru turun tipis.

Pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, harga emas batangan Antam di Jakarta dilaporkan naik Rp 21.000 menjadi Rp 2.652.000 per gram, dibandingkan Rp 2.631.000 per gram pada hari Senin. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan harga sejak 10 Januari, menurut data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam. Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam pun naik menjadi Rp 2.503.000 per gram.

Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran: 0,5 gram Rp 1.376.000; 1 gram Rp 2.652.000; 2 gram Rp 5.244.000; 3 gram Rp 7.841.000; 5 gram Rp 13.035.000; 10 gram Rp 26.015.000; 25 gram Rp 64.912.000; 50 gram Rp 129.745.000; 100 gram Rp 259.412.000; 250 gram Rp 648.265.000; 500 gram Rp 1.296.320.000; dan 1.000 gram Rp 2.592.600.000. Harga-harga ini belum termasuk pajak, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk transaksi penjualan kembali emas batangan ke Antam senilai lebih dari Rp 10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari nilai buyback. Sementara itu, pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, disertai bukti potong pajak.

Di sisi lain, harga emas global mengalami penurunan pada perdagangan pagi hari. Harga spot internasional turun 0,4 persen menjadi US$ 4.576,79 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turun 0,6 persen menjadi US$ 4.585,4 per ons. Penurunan ini disebabkan aksi ambil untung investor di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Artikel Terkait

Illustration depicting Antam gold bars with surging price tag of Rp 2.487 million per gram amid upward trend, for news article.
Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas Antam naik Rp 17.000 menjadi Rp 2,487 juta per gram

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) naik Rp 17.000 menjadi Rp 2.487.000 per gram pada Kamis, 18 Desember 2025. Harga buyback juga meningkat menjadi Rp 2.346.000 per gram dari Rp 2.330.000 sebelumnya. Kenaikan ini dipantau dari laman Logam Mulia Antam.

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencapai Rp 2.675.000 per gram pada Kamis, 15 Januari 2026, naik Rp 10.000 dari hari sebelumnya. Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak 10 Januari. Harga buyback juga meningkat menjadi sekitar Rp 2.521.000 hingga Rp 2.523.000 per gram.

Dilaporkan oleh AI

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 25.000 menjadi Rp 2.602.000 per gram pada 10 Januari 2026. Kenaikan ini terjadi di akhir pekan, dengan harga buyback juga dilaporkan naik meskipun terdapat perbedaan laporan. Harga untuk berbagai ukuran emas batangan tercatat stabil di laman resmi.

Harga emas produk UBS dan Galeri24 di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu ini, sementara harga emas Antam justru naik Rp6.000 per gram. Data ini dikutip dari situs resmi masing-masing penyedia. Secara global, harga emas juga meningkat didorong oleh laporan pekerjaan AS.

Dilaporkan oleh AI

Harga emas dari Pegadaian mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut, dengan produk UBS mencapai Rp 2.537.000 per gram. Produk Galeri24 juga naik menjadi Rp 2.491.000 per gram. Kenaikan ini dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada Sabtu.

Gold prices have reached a record $5,000 per ounce, equivalent to about Ksh638,000, due to the weakening US dollar. This global trend is increasing demand for the metal and affecting Kenya's financial markets. The Central Bank of Kenya is expanding its gold reserves to diversify foreign holdings.

Dilaporkan oleh AI

A major gold trading platform in Shenzhen, China, has collapsed into a liquidity crisis as surging gold prices prompted investors to cash out, leaving tens of thousands of retail investors with losses exceeding 10 billion yuan (US$1.4 billion). Hundreds gathered outside the company's offices over the weekend demanding refunds, with police intervening to maintain order. Authorities in Shenzhen's Luohu district announced a task force on Wednesday to probe the platform's irregular operations.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak