Isu dugaan hubungan terlarang antara Aura Kasih dan Ridwan Kamil membuat pernyataan lamanya tentang pelakor kembali viral. Pernyataan itu disampaikan saat ia tampil di podcast Deddy Corbuzier sekitar empat tahun lalu. Aura Kasih menekankan bahwa perasaan tak bisa dicegah meski salah secara moral.
Mencuatnya dugaan hubungan terlarang antara penyanyi Aura Kasih dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memicu publik untuk menelusuri masa lalu sang artis. Salah satu sorotan utama adalah pernyataan Aura Kasih mengenai pelakor yang ia sampaikan saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier sekitar empat tahun lalu. Video potongan tersebut kini beredar luas di media sosial, termasuk TikTok.
Dalam podcast itu, Deddy Corbuzier bertanya, “Pelakor, salah nggak pelakor?” Aura Kasih menjawab, “Hmm ya salah sih ya.” Ia menjelaskan bahwa tindakan pelakor salah jika didasari niat mencari keuntungan materi. Namun, jika perasaan muncul secara alami, hal itu sulit dihindari karena merupakan anugerah dari Tuhan.
“Intentionnya apa, misalkan aku misalnya ketemu cowok yang udah punya istri. Kalau aku intentionnya cuman duit udah salah besar. Tapi misalnya aku ketemu laki-laki yang nyambung eh udah punya bini. Tapi kita nggak bisa menghindari perasaan itu ya mau gimana? Perasaan dikasih sama Tuhan,” ujarnya seperti dikutip dari video tersebut.
Deddy Corbuzier menegaskan, “Jadi balik lagi berarti jawaban lo is it by love or not gitu ya.” Aura Kasih menambahkan bahwa perasaan antar manusia adalah bagian dari kodrat sebagai manusia yang diberi akal dan hati. “Kalau intentionnya cuman duit ya menurut aku salah banget. Kalau mau ngomongin perasaan kita nggak bisa stop itu, karena kita manusia dikasih perasaan, dikasih akal. Begitu aja. Mengalir,” katanya.
Ia juga menyentuh sikap pelakor terhadap istri sah, menyatakan bahwa jarang sekali pelakor memiliki empati atau niat baik terhadap istri, terutama jika hubungan itu memengaruhi dinamika rumah tangga. Pernyataan ini kini menjadi bahan diskusi di tengah isu yang melibatkan Aura Kasih sendiri.