Saham institusional dari Columbia Overseas Value Fund mencatatkan imbal hasil sebesar 3,45 persen pada kuartal pertama tahun 2026, mengungguli tolok ukurnya di tengah pergerakan tajam di pasar energi.
Kinerja reksa dana tersebut untuk periode yang berakhir pada 31 Maret melampaui imbal hasil bersih MSCI EAFE Value Index sebesar 2,00 persen. Posisi overweight pada saham-saham energi mendorong kinerja yang lebih baik tersebut seiring dengan kenaikan sektor ini sebesar 42,09 persen. Harga minyak mentah Brent meningkat sebesar 74,27 persen selama kuartal tersebut setelah serangan terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terkait pasokan. Kepemilikan saham seperti TotalEnergies dan Vermilion Energy mengalami kenaikan seiring dengan tingginya harga energi, sementara Sun Hung Kai Properties menguat karena harga perumahan di Hong Kong pulih. Pandangan dasar Columbia Management mengasumsikan bahwa Selat Hormuz akan tetap terblokir secara efektif selama berminggu-minggu, yang diperkirakan akan membebani pertumbuhan global sekaligus mendorong inflasi yang lebih tinggi.