Rongga kosmik muncul sebagai alat untuk mengungkap misteri alam semesta

Rongga kosmik, yang dulunya dianggap sebagai ruang kosong di antara galaksi, kini menarik perhatian sebagai kunci potensial untuk memahami energi gelap dan materi gelap.

Ruang angkasa mengandung wilayah luas yang sebagian besar bebas dari materi, yang dikenal sebagai rongga kosmik. Area-area ini terletak di antara untaian padat yang membentuk jaring kosmik.

Artikel Terkait

Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah menghasilkan peta jaring kosmik alam semesta yang paling mendetail hingga saat ini, sebuah jaringan luas materi gelap dan gas yang menghubungkan galaksi-galaksi. Peta tersebut melacak struktur hingga masa ketika alam semesta berusia sekitar satu miliar tahun.

Dilaporkan oleh AI

Inti galaksi aktif bisa menjadi lokasi pembentukan planet masif, menurut model baru. Para peneliti menyarankan jutaan dunia, beberapa di antaranya berukuran sangat besar, mungkin muncul di dalam piringan debu yang mengelilingi lubang hitam supermasif.

Tantangan baru-baru ini terhadap keberadaan energi gelap telah terjawab, dengan para astronom mengonfirmasi bahwa alam semesta terus mengembang dengan tingkat percepatan. Para peneliti di University of Southampton memeriksa kembali data supernova dan tidak menemukan kesalahan dalam pengukuran standar.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan di Brown University telah mengajukan penjelasan topologis mengenai alasan konstanta kosmologis tetap kecil meskipun ada prediksi dari teori medan kuantum. Studi ini menghubungkan gravitasi kuantum dengan efek Hall kuantum. Penelitian tersebut diterbitkan baru-baru ini di Physical Review Letters.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak