Kosmos

Ikuti

Para ilmuwan yang dipimpin oleh Fumihiro Naokawa telah mengembangkan metode baru untuk mengukur birefringence kosmik secara lebih tepat, yaitu rotasi halus dalam polarisasi latar belakang gelombang mikro kosmik. Analisis mereka menunjukkan bahwa sudut birefringence mungkin melebihi perkiraan sebelumnya yaitu 0,3 derajat karena ambiguitas fase. Temuan yang dipublikasikan di Physical Review Letters ini dapat membantu dalam menyelidiki fisika baru yang berkaitan dengan materi gelap dan energi gelap.

Dilaporkan oleh AI

Para astronom telah mengidentifikasi supernova terang dari lebih dari 10 milyar tahun yang lalu, cahayanya dilensa secara gravitasi menjadi beberapa gambar oleh galaksi di latar depan. Pengamatan unik ini memungkinkan kita untuk melihat secara simultan berbagai tahap ledakan. Jeda waktu antar gambar bisa mengungkap detil tentang laju pemuaian alam semesta dan energi gelap.

Peneliti di Perimeter Institute telah menciptakan alat komputasi baru untuk memodelkan materi gelap yang berinteraksi sendiri, mengatasi kekurangan dalam simulasi sebelumnya. Inovasi ini memungkinkan studi yang lebih cepat dan akurat tentang bagaimana materi gelap tersebut memengaruhi pembentukan galaksi. Karya ini, yang diterbitkan di Physical Review Letters, dapat mengungkap wawasan tentang struktur kosmik dan asal-usul lubang hitam.

Dilaporkan oleh AI

Astronom menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb mendeteksi cahaya dari bintang masif yang meledak sekitar satu miliar tahun setelah kelahiran alam semesta. Supernova tipe II ini, dinamai SN Eos, memberikan wawasan tentang populasi bintang awal selama zaman kegelapan kosmik. Penemuan ini menandai peristiwa semacam itu paling awal yang dikonfirmasi melalui spektroskopi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak