Deteksi diabetes memerlukan alat yang lebih baik untuk menangkap kasus sejak dini

Selama beberapa dekade, diagnosis diabetes bergantung pada pengukuran kadar gula darah yang melewati ambang batas tertentu. Para peneliti kini khawatir metode ini melewatkan jutaan orang yang sebenarnya sudah mulai mengidap penyakit tersebut. Alat deteksi yang lebih baik sedang dikembangkan untuk mengatasi kekurangan ini.

Dokter telah lama mengandalkan kadar glukosa darah untuk mengidentifikasi risiko diabetes. Pendekatan ini berhasil bagi banyak orang, namun kurang efektif pada populasi tertentu di mana penyakit tersebut berkembang tanpa adanya lonjakan gula darah yang jelas.

Artikel Terkait

A scientist in a lab analyzing a blood sample for early Alzheimer's detection, with brain scan overlays.
Gambar dihasilkan oleh AI

Blood test can reveal Alzheimer's signs years ahead

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A new study shows that blood tests can detect signs of Alzheimer's several years before the disease develops. American researchers published the findings in The Lancet.

Only one in five people with high blood pressure receive sufficient treatment in Sweden. Healthcare providers have now agreed on a new care pathway to improve detection and treatment.

Dilaporkan oleh AI

Researchers in Sweden have created insulin-producing cells from human stem cells that reversed diabetes symptoms when transplanted into mice. The cells matured after placement in the eye and maintained glucose regulation for months. The work was published in Stem Cell Reports.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak