Desainer Dries Van Noten akan membuka Fondazione barunya di Palazzo Pisani Moretta, Venesia, pada 25 April dengan pameran bertajuk “The Only True Protest Is Beauty.” Presentasi ini menampilkan sekitar 200 karya yang memadukan mode, kriya, dan seni dari berbagai pembuat dan periode. Van Noten menggambarkan keindahan sebagai hal yang esensial di masa-masa sulit, yang terinspirasi dari kutipan tahun 1960-an oleh Phil Ochs.
Palazzo Pisani Moretta, dengan langit-langit berplester abad ke-18 dan ruangan-ruangan yang megah, menjadi tuan rumah pameran perdana ini. Didukung oleh foto-foto berskala besar karya seniman Kanada Steven Shearer, pameran ini menampilkan keramik, pakaian, kaca, dan perhiasan dari kreator baru maupun mapan. Sorotan utama meliputi tampilan pahatan Comme des Garçons tahun 2024 yang dipadukan dengan hiasan kepala karya Julien d’Ys, karya Pierrot Fleuri berlapis emas (2025) milik Kaori Kurihara, karya kristal Alexander Kirkeby yang bersanding dengan koleksi peralatan kaca keluarga dari abad ke-18, serta gaun pengantin terakhir karya Christian Lacroix di ruang Camerino d’Oro yang dipenuhi Chinoiserie antik. Sebuah patung monumental karya Peter Buggenhout menyambut pengunjung di portego, terbuat dari barang bekas namun puitis dan kuat, sebagaimana dicatat oleh Van Noten saat persiapan menjelang pembukaan. Ia menjelaskan asal mula judul pameran tersebut: “Beberapa tahun lalu, saya menemukan kutipan Phil Ochs dari tahun 1960-an: ‘di masa yang begitu buruk, satu-satunya protes yang nyata adalah keindahan.’ Itu sangat membekas.” Van Noten menekankan peran keindahan melampaui sekadar dekorasi, yakni membantu orang bertahan menghadapi realitas. Ia menyertakan karya Ayham Hassam, seorang desainer asal Ramallah, yang kata-katanya sangat menggugah: “Kami, sebagai warga Palestina, tidak mendapatkan kemewahan untuk berpaling. Namun, kami juga tidak bisa hanya berduka... Itulah mengapa keindahan itu penting. Itulah mengapa mode itu penting.” Mode berperan sebagai penanda, yang dibatasi pada Comme des Garçons, Hassam, dan Lacroix, termasuk jaket ikonik dari sampul Vogue tahun 1988 karya Lacroix yang dikenakan oleh Michaela Bercu dengan celana jin Guess. Patrick Vangheluwe, mitra Van Noten sekaligus salah satu pendiri Fondazione, berkomentar, “Ada keindahan yang menyakitkan,” yang menangkap aspek-aspek meresahkan di tengah harmoni yang mewah. Pameran ini bertujuan untuk memicu pertanyaan tentang hakikat keindahan di tengah tema memento mori dan vanitas. Pameran dibuka untuk umum pada 25 April 2026, dengan reservasi melalui situs web Fondazione.